Menurut sebagian orang mungkin judul tulisan ini agak aneh, atau menurut sebagian orang Sunda judul ini agak sedikit “Katrok” (gaya si Tukul
). Lodong merupakan ’meriam’ tradisional yang terbuat dari bambu, zaman dulu lodong dijadikan mainan saat bulan puasa, terbuat dari bambu atau tabung besi yang bagian belakang nya ditutup, panjang nya sekitar 1,5 Meter mirip senjata Bazoka, makanya disebut “Bedil Lodong”. Di dekat sisi lubang yang ditutup (atau di las jika terbuat dari pipa besi) diberi lubang kecil yang berfungsi untuk menyulut meriam tersebut dengan api.
Cara memainkannya, batang lodong disimpan dalam posisi miring, pastikan dudukan lodong stabil sebab jika bunyi lodong sangat keras bisa menyeret lodong tersebut hinga terpental karena dorongan energi ledakan yang sangat tinggi (kadang sampai pecah berkeping-keping), masukan sedikit air dari lubang terbuka dan sepotong karbit, tutup sisi lubang terbuka dan lubang kecil di dasar lodong dengan gumpalan kain. Setelah cukup waktu (kira-kira sampai karbit habis) buka penutup lubag kecil lodong dan dekatkan api dengan menggunakan obor di lubang itu untuk menyalakan meriam.





