Catatan Ide

Masukan dari September 2007

Menggugat Tuhan

24 September 2007 · & Komentar

Kadang iri juga membaca tulisan beberapa blogger, mereka bisa melakukan aktivitas yang disukai ditengah kesibukan kerja, jalan jalan ke luar negeri atau sekedar refreshing menghabiskan weekend nya di beberapa daerah di tanah air yang exotis, menuliskan jurnal perjalanan nya di dalam blog yang membuat orang iri supaya ingin juga mengunjunginya. Yang jadi pertanyaan kerja seperti apakah mereka? dibandingkan dengan para perkerja pabrik atau kantoran yang setiap hari berkutat dengan kesibukan pulang pergi rumah, kantor, pabrik sampai wajah udah seperti angkot :) , boro-boro mikirin rekreasi, mengatur waktu kerjaan dan keluarga serta memanage isi kocek sudah menguras waktu.

Kadang berfikir inikah keadilan Tuhan? Astagfirullah… sampai sejelek itukah prasangka ku pada Tuhan.

Kadang merenung, mungkin dibalik itu ada hikmah nya, apa yang dirasa kita baik, indah, dan menyenangkan belum tentu baik, indah dan menyenangkan dimata Tuhan. Bukan berarti tuhan tidak menyukai orang yang suka travel lho …

Kadang membaca tulisan orang-orang sederhana yang menulis kisah perjalanan nya dari rumah ke tempat kerja yang bila direnungkan banyak mengandung hikmah kehidupan.

Kadang miris juga, apakah fikiran seperti ini menunjukan penulisnya seorang yang lemah, malas berusaha dan menerima saja apa adanya. Aku bilang Tidak!!!, jadikan hal ini sebagai pemicu untuk berusaha lebih keras untuk bisa mengikuti orang-orang di point Kadang pertama. Mereka tidak berniat menimbulkan rasa iri kok, mereka hanya menuliskan apa yang dia lihat dan dia rasakan. Tidak pantas Tuhan digugat untuk hal sepele seperti ini.

Kadang Kadang

Kadang Kadang

Kategori: Ocehan

Ternak Kelinci Bisa Menghasilkan Devisa

17 September 2007 · & Komentar

Prolog :

Setelah saya posting tulisan mengenai Ternak Kelinci, cukup banyak respon yang didapat dari pembaca blog ini, dari sekian banyak pertanyaan, ada sebagian tidak bisa dijawab, karena selain sudah lama tidak beternak kelinci, saya juga tidak tahu perkembangan perkelincian akhir-akhir ini. Untuk menutupi hal itu berikut saya posting sebuah artikel dari Harian Sinar Harapan tahun 2002, mudah-mudahan dapat melengkapi khazanah perkelincian di Indonesia.

Antara Hobi dan Bisnis
Ternak Kelinci
Bisa Menghasilkan Devisa

JAKARTA – Tak ada yang tahu sejak kapan kelinci mulai diternakkan. Konon, di Afrika beberapa abad yang lalu disebut sebagai yang pertama kali dimulainya pemanfaatan kelinci sebagai hewan peliharaan. Kemudian terus berkembang ke kawasan Mediterania sekitar 1.000 tahun yang lalu. Dari hasil peternakan di Mediterania itulah kelinci kemudian mulai menyebar ke daratan Eropa. Kemudian setelah bangsa Eropa memutuskan bermigrasi ke berbagai benua baru yang ditemukan, maka hewan kelinci turut menyebar ke berbagai pelosok dunia. Termasuk di dalamnya penyebaran ke Benua Amerika, Australia dan Asia.

Di Indonesia sendiri khususnya di Jawa, kelinci konon dibawa oleh orang-orang Belanda sebagai ternak hias mulai sekitar tahun 1835. Keberadaan kelinci di Indonesia sempat tidak jelas sejak kedatangan Jepang tahun 1942. Kemudian berlanjut dengan zaman revolusi kemerdekaan sampai tahun 1950-an. Catatan yang ada hanya menjelaskan tentang keberadaan kelinci yang tidak punah pada zaman itu karena ternyata banyak dikembangbiakkan oleh para peternak di daerah pegunungan yang relatif aman dari pertempuran.
Selanjutnya baru pada tahun 1980-an pemeliharaan kelinci sebagai sumber daging mulai digalakkan pemerintah dengan tujuan pemenuhan peningkatan gizi masyarakat. Namun pola pengembangan tersebut tidaklah berjalan mulus. Hal tersebut terjadi karena hanya sebagian kecil peternak kelinci yang bertujuan untuk berdagang dan sisanya hanya untuk kesenangan saja.
Sebenarnya kelinci-kelinci sendiri terdiri dari berbagai macam ras dan jenisnya. Ada ras Alaska yang berasal dari Jerman. Kemudian ras Angora yang sebenarnya berasal-usul kurang jelas. Menurut ceritanya, ras Angora ini pertama kali ditemukan oleh pelaut Inggris yang kemudian membawanya ke wilayah Prancis sekitar tahun 1723.
(lagi…)

Kategori: Artikel · Ternak

Welkomen Ramadhan

12 September 2007 · 1 Komentar

Ramadhan het Grooten

Bulan puasa tahun 1428 sudah dekat, apa yang sudah anda siapkan untuk menyambutnya. Jika dulu sewaktu masih imut-imut :) yang terpikir adalah bedil lodong, petasan dan tentunya menu berbuka puasa. Waas memang, suasana puasa lain dari biasanya, apalagi di daerah terasa sekali ke-khusu-an nya, tadarusan dan ngabuburit bareng, sedang di kota besar seperti di Jakarta ini bulan puasa lebur dengan aktivitas kesibukan sehari-hari, paling bedanya pada malam hari agak sedikit meriah dengan adanya sholat taraweh di mesjid.

Ironisnya, bukan puasa serta bejibun pahala yang dijanjikan pada bulan Ramadhan yang jadi target, eh.. jauh-jauh hari udah berburu tiket untuk pulang mudik, walhasil tiket kereta untuk keberangkatan H-7 lebaran sudah ludes. Ditambah dengan perburuan baju baru dan oleh-oleh yang akan dibawa pulang kampung nanti. Konsentrasi puasa biasanya hanya pada awal nya saja, semakin mendekati lebaran, ruh bulan puasa mulai memudar diganti dengan semangat untuk mudik yang menggebu-gebu. Harga-harga bahan pokok menjelang puasa pada naik, menurut ku itu karena hukum ekonomi, orang jadi konsumtif menjelang puasa, sehingga harga barang merangkak naik. Padahal salah satu esensi puasa adalah hidup sederhana, udah..!! ngak usah banyak belanja beli ini itu, apa adanya aja deh. Insya Allah tuh harga-harga ngak bakalan naik, percaya deh…!!!.

Ah.. biarkanlah, lagian tahun ini aku ngak ada rencana mo mudik, mendingan beresin rumah dulu yang baru setengah jadi. Ngabuburit sambil beresin batu bata yang berantakan serta ngarungin batu split dan pasir beton yang berserakan. Paling akhir bulan September ini ada niat mo ke Pangalengan naik motor, sekedar ingin menikmati buka puasa dan saur di rumah orang tua.

Kata Aa Gym, segala sesuatu jika ingin berkesan harus ada target atau visi, termasuk pada bulan puasa ini. Target ku sih sederhana aja, tapi tak sederhana dalam pelaksanaan nya :) . Pertama, aku ingin meningkatkan kualitas ibadah wajib dihiasai dengan ibadah sunah. Kedua, sebisa mungkin menghindari dosa apalagi maksiat. Ketiga, ingin belajar bersosialisai lebih luas lagi, bisa di lingkungan kerja atau di lingkungan rumah, malu aku membaca artikel lae di bataknews, katanya islam itu Rohmatan Lil Alamin, tapi mana buktinya !!!!, bersosialisasi aja kurang :( . That’s All, keep Istiqomah…..

Menurut istri saya, aku kadang kelihatan loyo klo lagi puasa, apalagi bila berada di rumah, tanpa aktivitas memang orang puasa kelihatan loyo, kebetulan ada project reprint billing Bank Permata yang kejar tayang untuk awal Oktober ini, lumayan buat acara ngabuburit :) .

Oh iya, sekalian mo belajar bahasa penjajah ah… Welkomen Ramadhan, Ik hou van je…. :)

Kategori: Catatan Kecil

Modal kreatif, Kita sudah punya !!!!

8 September 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Menyaksikan MTV Movie Award semalam di TV yang diselenggarakan oleh Anak Nongkrong MTV, baru ngeh juga, ternyata bangsa kita tuh ngak kurang kreatif nya dibandingkan dengan negara lain. Walaupun seremonial acara mengikuti kontes-kontes film di negara asalnya (Amerika), tapi melihat setting, kostum, content acara dari awal sampai akhir asli produk lokal, uniknya ada kolaborasi modern dan tradisinal yang disajikan memberi nuansa baru dalam film maupun musik atau dunia hiburan di Indonesia.

Lihat saja, tropy nya mirip pop corn, entah terbuat dari emas atau bukan, berbentuk bulat dengal lapisan luarnya terdapat alur merah putih mirip bungkus popcorn, bagian atas nya mirip tumpukan jagung. Kertas nama-nama pemenang kompetisi disimpan dalam sebuah patung ponggawa kerajaan, diselipkan dibagian bawah patung.

Acara diisi dengan pengumuman pemenang, penyampaian sepatah dua patah kata dari pemenang terpilih, diselingi dengan hiburan musik Indonesia yang lagi hits. Yang paling mearik adalah penampilan Widi AB Three yang berperan sebagai sinden dengan diiringi alunan seruling etnik khas sunda, dikombinasikan dengan lagu modern yang dibawakan oleh group Saint Loco.

Bicara soal hitung-hitungan bisnis, model seperti itu bisa dijadikan modal yang tidak ternilai, betapa kaya negeri kita ini dengan beraneka ragam budaya yang unique di setiap daerah. Bila dimanfaatkan secara optimal, tentunya akan menjadi nilai tambah bagi perkembangan negara.

Bukan nya sok nasionalis lho, just think kita ini tingal dan hidup di Indonesia, ngak ada salahnya dong maju’in negara sendiri dengan suberdaya dan kekuatan sendiri. Ayo dong para creativer Indonesia, keluarkan segala ide brilian mu untuk kemajuan bersama (maksaaaaaaa deh lo :) ) dari pada kita mencela kegelapan, ayo kita nyalakan lilin-lilin kecil begitu menurut tulisan kang Hendra.

Go.. go.. go Indonesia

Kategori: Catatan Kecil

Friesland Flag, Terjawab sudah

4 September 2007 · & Komentar

Saya pernah menuliskan sejarah peternakan sapi di Pangalengan, ada pertanyaan yang menggelitik begitu lihat photo kantor De Friesche Terp, dimana dihalaman rumah nya terdapat bendera yang sekarang menjadi logo susu cap bendera.

Begitu membaca tulisan Achmad Sunjayadi, seorang sejarawan dari Depok, terjawab sudah pertanyaan itu, menurut beliau “di Pangalengan, sekitar danau Cileunca, ratusan ekor sapi perah diternakkan orang Eropa di sana. Begitu banyaknya sapi perah bibit luar negeri di lembah danau Cileunca, hingga majalah Mooi Bandoeng sering menyebut wilayah di Pangalengan sebagai ‘Friesland in Indië (Friesland di Hindia)’.

Ternyata sapi perah di daerah Bandung didatangkan dari Friesland ke Nusantara pada awal abad ke-20. Jadi teringat sewaktu datang bibit sapi dari luar negeri, mungkin seperti itulah kedatangan sapi di tatar priangan awal abad 20. Sapi dari pelabuhan diangkut dengan truk dibawa ke Pangalengan, kemudian sapi-sapi itu disimpan di sebuah lapangan untuk di lelang ke peternak, sapi-sapi tersebut masih terlihat liar dan beringas, ma’lum di New Zeland, sapi dibiarkan di tempat terbuka, tidak dikandangin seperti di Pangalengan, perlu waktu yang cukup untuk bisa beradaftasi dengan keadaan di Indonesia.

Terima kasih pak Achmad, sekalian minta izin menempelkan link bapak di blogroll saya :) .

Kategori: Catatan Kecil · Pangalengan · Ternak