Catatan Ide

Apa yang salah dengan Aa Gym ?

2 Oktober 2007 · & Komentar

Sudah banyak postingan tentang Aa Gym, tokoh yang satu ini telah banyak menimbulkan opini publik, pro dan kontra dengan sikap beliau yang dianggap kontroversial, “Poligami” masih dianggap tabu di lingkungan kita, yang dianggap sebagai cikal bakal semakin tidak populer nya nama da’i kondang ini.

Sejujurnya beliau telah saya anggap sebagai salah seorang yang berpengaruh dalam hidup saya. Pertama kali saya mengenal Aa Gym saat mengikuti acara malam tasyakur yang diadakan DKM Unpad Tahun 1995. Seperti biasa antara jama’ah ikhwan dan akhwat dipisahkan oleh sebuah hijab yang terbuat dari kain yang pada saat itu letaknya agak miring, petuah pertama Aa Gym saat itu adalah menyuruh panitia meluruskan hijab itu, “Sepanjang masih bisa lurus, mengapa kita tidak meluruskannya” tutur nya. Ketika itulah saya pertama kali mengenal Daarut Tauhid, sebuah pesantren di kawasan Geger Kalong Girang asuhan beliau.

Tiga tahun kemudian beliau semakin populer dengan adanya acara live “Tausiyah dari Aa Gym” di Radio Paramuda Bandung, kemudian disusul dengan kemunculannya di TV dengan mengusung konsep Manajemen Qalbu (MQ). Aa Gym merasa tidak puas dengan siaran nya di sebuah stasiun radio di Bandung, merasa bahwa tausiyah yang disampaikannya tidak singkron dengan acara radio tersebut, pagi nya diisi dengan acara yang menyejukan hati, sejam kemudian diisi dengan acara khas anak muda yang menurut beliau jauh dari mendekatkan diri kepada Allah, setahun kemudian (Sekitar tahun 1999) didiriakanlah Radio MQ dan diperbaiki performance nya dengan MQFM.

Ketika masih tinggal di Bandung, saya sendiri sering mengikuti Tausiyah live nya di pengajian Mesjid Daarut Tauhid, setiap malam Jum’at dan Minggu pagi (tentunya setelah mengikuti Pengajian Majelis Percikan Iman), bila tidak sempat datang bisa mendengarkan nya di MQFM yang Alhamdulillah di relay langsung setiap ada pengajian dan seminar di DT.

Aktivitasnya sangat padat, tercatat di bagian Humas DT, setiap bulanya ada ribuan undangan untuk Aa Gym, yang tentunya tidak dapat dipenuhi semua, mulai dari acara kenegaraan (mengisi acara seremonial dan ditunjuk menerima tamu negara), acara pengajian di seluruh Indonesia, Tablig Akbar dan masih seabrek kegiatan lainya.

Cukup, saya akhiri reviewnya. Saat ini muncul suara-suara sumbang dengan  pernikahan Aa Gym dengan istri keduanya, sekarang apa yang salah dengan Aa Gym?

  • Poligami yang dilakukannya, apakah dianggap melanggar aturan agama, isteri pertama sudah ikhlas dengan pernikahan kedua suaminya, apa yang salah ?
  • Seorang Aa Gym merupakan type orang yang tidak mendewakan popularitas, semua yang dilakukan menurutnya hanya yang bermanfaat dan berusaha mendapat Ridho Allah SWT, apa yang salah ?
  • Sejak isu poligami merebak, banyak mitra MQ yang membatalkan kontrak kerja nya, banyak jamaah haji dan umroh membatalkan haji dan umrohnya melalui Travel MQ karena poligami Aa Gym, beliau mengatakan “biarkanlah itu, benar apa yang mereka lakukan, karena ibadah yang hendak mereka lakukan karena Aa Gym bukan karena Allah, adakah yang salah dengan ucapan itu ?
  • Seorang ibu yang memaki-maki Aa Gym lewat SMS, dengan lantang mengatakan “AA Gym, bila saya bertemu dengan anda, akan saya ludahi wajah mu, akan saya jambak rambutmu” dengan tenang beliau mengatakan “Apa yang keluar dari sesuatu merupakan gambaran dari isi sesuatu itu, sebuah teko yang berisi air teh, akan mengeluarkan air teh”. Pantaskah kata-kata itu terucap dari seseorang yang selama ini mengikuti tausiyah bening hati ala Aa Gym. Adakah yang salah dengan orang ini ?
  • Sebelumnya banyak media yang antusias menayangkan acara tausiyah Aa Gym, meliput semua kegiatannya atau memposting semua tausiyah nya, sejak pernikahan nya yang kedua, semua media seakan ogah untuk mengetengahkan tokoh ini. Padahal konsep-konsep sederhana beliau seperti 3M, 5S dan yang lainnya saya anggap bisa dijadikan solusi buat memperbaiki akhlak bangsa ini yang semakin bobrok. Tidak ada variable dakwah dalam media, yang ada hanya menarik keuntungan dari popularitas seseorang, bagaimana menurut anda ?
  • Maha suci Allah yang menjadikan dua fenomena  bersamaan, waktu itu pernikahan kedua Aa Gym bersamaan dengan terungkapnya perbuatan mesum seorang anggota Dewan. Respon publik pada umum mengganggap kedua fenomena sama najis nya. Jauh-jauh hari sebelum pernikahan keduanya, Aa Gym mengatakan “Kenapa poligami yang jelas-jelas halal (jika sesuai aturan) lebih diributkan dibandingkan dengan pergaulan bebas yang semakin marak ?”.
  • Terakhir, menurut anda apakah poligami tidak sesuai dengan yang selama ini Aa Gym tausyiah kan, apakah hal itu merupakan sikap munafik dan tindakan ingkar dari apa-apa yang telah dikatakan nya selama ini kepada publik ?, sehingga ada yang merasa jijik pada beliau dengan dalih telah mengecewakan jama’ah nya.

Saat nya cooling down, hm… ambil napas dalam-dalam :) . Sudahlah, biarkan orang sibuk mengaoceh, menghabiskan energi yang tidak perlu untuk meributkan hal ini, yang jelas menurut sebuah tabloid hiburan, “Saya baik-baik saja” tutur Aa Gym.

Kategori: Catatan Kecil · Ocehan

14 tanggapan so far ↓

  • eko // 19 Oktober 2007 pada 4:22 pm | Balas

    maaf ya kayaknya opini anda cenderung ke aa gym ya. coba deh tanya
    dipihak yg berseberangan biar imbang. mumkin tanya pada wanita berbagai kalangan. atau lebih jelas anak-anak yg ayahnya poligami. coba deh. silakan

  • Awan tea // 26 Oktober 2007 pada 7:18 am | Balas

    menurut sy pribadi Aa Gym itu tidak bisa menjaga hati padahal dia itu menggembor-gemborkan JAGALAH HATI sampai dia bikin lagunya.
    sekarang alasan apa sehingga dia berpolygami ( istri pertama cantik, soleh, punya keturunan ). COBA RENUNGKAN BERSAMA, YANG JELAS TIDAK BISA MENJAGA HATI NYA.
    sy laki-laki punya keluarga dan sy bisa merasakan nya akan tetapi sy Insya Allah masih bisa menjaga hati sy sampai saat ini.

  • omdien // 26 Oktober 2007 pada 7:44 am | Balas

    @ eko
    ada benarnya juga, apa saya terlalu emosi dalam tulisan di atas?, makasih masukanya… jadi perlu nambah referensi nih :) tadinya saya ngak berniat memihak manapun, hanya berusaha bersikap proporsional, tapi klo anggapan pembaca saya lebih ke Aa, afwan.

    @ awan tea
    Oh.. itu rupanya yang dianggap sikap munafik dari seorang Aa, hmm.. emang ada hubungannya ya polygami dengan menjaga hati? hati dirinya sendiri? atau hati pasangannya?

  • bn // 27 Oktober 2007 pada 3:46 am | Balas

    emang sukar yach dalam menilai. … apalagi yang melakukan, ilmunya lebih dalam dari yang menilai.

    Tukang becak tak akan pernah tahu mengapa orang pusing yang di suntik tetap pantat. mungkin akan menilai dokternya ndak waras.

    itulah kita, orang indonesia. yang lebih suka dengan penilaian orang2 banyak tanpa mau mengetahui siapa yang berbicara. dan bagaimana keilmuannya.

    jadi mari, klo kita berbicara tentang sesuatu yang ada hubungannya dengan agama, yang kita jadikan acuan adalah qur’an dan sunnah rasul. bukannya malah komentar seleb semacam inul dll.

    jadi mari biasakan berpikir apa, bagaimana, mengapa, dan dengan dasar apa tanpa melihat orangnnya.

    sooo jaya terus umat islam, jaga ukhuwah dan jangan pernag membicarakan orang lain DOSAAA !!!!!

  • bn // 27 Oktober 2007 pada 3:55 am | Balas

    tapi aq bangga dengan dasar apapun, aa berani melakukan hal yang selama ini dianggap tabu ( bagi orang yang ngaku suci, alim, tanggung jawab)

    biarlah mereka mencerca aa, tapi aq jadi bingung klo orang yang seperti aa saja waktu poligami dibilang munafik (hal yang dicontohkan/diperbolehkan dalam islam) trus orang yang selingkuh diam2 malah dikatakan biasa.

    BINGUNG……!!!! TRUS KLO GITU KALIAN MAU MENGGOLONGKAN MUHAMMAD Sebaik-baik manusia kemana ….?????

    paaa yang komentar non muslim ya…..???
    pa belum tahuuuu………. ?

    maaaf klo menyinggung, tapi ada satu pepatah….. sebaik – baik orang beribadah adalah yang beribadah dengan ILMU.

    DAN SEBAIK – BAIK ORANG BERKATA ADALAH BERDASARKAN ILMU.

  • Awan tea // 29 Oktober 2007 pada 9:40 am | Balas

    ya … tentu
    coba bayangkan seorang istri yang setia, sholehah, cantik lahir dan punya keturunan yang cukup. Apa lagi kekurangannya dari seorang istri AA Gym? dan bagaimana perasaan anaknya melihat ibunya dimadu oleh bapaknya?.
    Apapun alasannya POLIGAMI itu menyakitkan bagi kaum wanita dan anak-anak kita (walaupun saya seorang laki-laki tapi masih bisa merasakan perasaan kaum wanita).
    seandainya wanita diperbolehkan untuk POLIANDRI/POLIGAMI dan menimpa pada kita kaum laki-laki, istri kita mau bersuami lagi alias kita di “MADU” padahal kita berpredikat suami setia, pasti sakit hati dech…(menyakiti hati orang itu dilarang agama lho…).

  • ady // 12 November 2007 pada 1:55 pm | Balas

    kalau suami poligami tak da masalah dari pada dia melakukan zina dan menghasilkan anak haram mending dia nikah dengan istri yang halal yang menghasilakan anak yang soleh dan diridoi allah. tapi kalau istri poliandri wah gilaaa namanya….! istilahnya bahasa kasarnya satu lobang milik bersama dah tu rame pula..! naudzubillah minzdalik….

  • ian // 5 Desember 2007 pada 2:21 pm | Balas

    Yang salah ituuu.. Aagym di tv pernah bilang “Ngapain poligami? satu istri aja gak habis juga”. tapi sekarang kenyataannya berbeda kan? itu yg namanya munafik, makanya dia jatuh sekarang. kasian si Teh Nini.. keliatan sedih bgt juga kan? mana ada sich perempuan yg rela di madu. Memang ada perempuan yg dari kecil impiannya kawin dengan orang yg berpoligami? hayo, jujur dengan hati.

  • omdien // 6 Desember 2007 pada 1:24 am | Balas

    @ian
    apakah kalimat “Ngapain poligami? satu istri aja gak habis juga” merupakan statement, kutipan atau bercanda :)
    jika dianggap statement, boleh lah… klo kutipan.. hm.. apalagi aa type orang yang suka bercanda.

    kepada rekan2x yang memiliki pemahaman mengenai masalah ini, boleh donk saya minta masukan. klo bisa se-objektif mungkin.. biar ada perimbangan dengan pemikiran-pemikiran subjektif.

  • ian // 9 Desember 2007 pada 6:27 am | Balas

    haha, itu udah kelihatan hasilnya lho mas omdien. bisnisnya terpuruk. si Aagym jg pernah bilang kalo poligami itu sebaiknya sama istri yg lebih tua. kenyataannya istri mudanya lebih muda, lebih cantik, mantan model, keponakan habibie. wieuhh.. tipe orang yg gak perlu dibantu. semua orang jg mau nikahin :P yah udah keliatan lah munafiknya. gak usah dibuat pembenaran – pembenaran lain. ibu2 yg sering denger ceramah nya DT di radio, tv, atau dimana pun juga tau betapa munafiknya Aagym. Perbuatan lebih lantang daripada perkataan.

  • ian // 11 Desember 2007 pada 4:40 am | Balas

    KESALAHAN LANGKAH I: Aa Gym melakukan poligami sementara jemaah yang menyukai ceramah-ceramahnya kebanyakan orang awam, malahan ibu ibu rumah tangga. Aa tidak menyiapkan mereka untuk menerima poligami ini meskipun di ceramah itu sering dibahas oleh Aa-nya. Menurut istilah orang pemasaran, jemaah Aa itu bisa diistilahkan emotional market, pasar emosional. Resiko yang wajar dihadapi Aa bakal dibenci sama penggemarnya atau dijauhi atau tidak didengar lagi ceramahnya.

    KESALAHAN LANGKAH II: Aa Gym kawin lagi tanpa pemberitaan sebelum atau sesudahnya. Aa kawin lagi secara diam-diam. Bapak baca di diskusi disini soal kritik kawin diam-diam itu, malah ada yang menuduh seperti mempunyai isteri simpanan. Buat Aa yang kesohor bukan main-main, di nasional dan internasional, sangat tidak etis nikah lagi tanpa kabar berita. Aa seperti telah melukai perasaan jutaan penggemarnya, nanti mereka menuduh Aa sudah selingkuh, meskipun poligami itu halal ya. Ini salah fatal sekali nih.

    KESALAHAN LANGKAH III: Aa Gym kawin lagi sama seorang janda muda yang cantik, tinggi semampai, mantan model. Itu fakta ya, sementara Aa selama ini ceramahnya selalu mengajak mencintai akherat, tidak bermewah-mewah soal dunia, termasuk kecantikan disitu. Bagaimana memahaminya ya, kok Aa sendiri tidak mencontohkan menikahi wanita-wanita yang papa seperti contoh Rosul dulu ?

    KESALAHAN LANGKAH IV: Ini kesalahan yang paling fatal yang kita itu sebagai umat tidak habis pikir bukan main. Perlu pembaca ketahui ya, pernikahan Aa yang ke-2 itu dilakukan murni BACK STREET kata anak-anak muda sekarang. Bapak tidak habis pikir, kok panutan kita ini begini ya. Isteri Aa Gym, keluarga besar isterinya, anak-anak mereka berdua yang 7 anak itu, santri-santri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, semua protes soal jalan back street itu. Bayangkan saja ya…Aa Gym nikah lagi di Singapura, secara diam-diam, tidak memberitahu Bu Ninih dan anak-anaknya, tidak berunding dengan orangtua Aa Gym dulu, baru memberi tahu setelah nikah selesai. Bu Ninih isteri Aa Gym itu sampai keluar-masuk RS gara-gara tak sanggup menerima tindakan suaminya. Dari rahimnya sudah lahir 7 orang anak, paling besarnya sudah kuliah, tapi soal sepenting poligami, Aa malah jalan sendiri. Ini fakta besar ya makanya Aa Gym dianggap cuma memburu kepentingan sendiri, sangat kecil perhatiannya kepada kepentingan keluarga. Ya Alloh Ya Rabbi kuatkan hati Bu Ninih dan anak-anaknya yang 7 orang itu, luruskan juga hati suaminya Aa Gym itu. Tidak ada yang nyangka Aa Gym akan berbuat begitu ya, kelihatan tindakan very-very emotionally. Berita ini bisa check langsung ke santri-santri Ponpes Daarut Tauhiid, sebabnya Bapak mendengar juga dari mereka. Bu Ninih itu insya Alloh bakal ridho ya kalau jalannya mulus, tapi ia back street ternyata.

    KESALAHAN LANGKAH V: Keterlibatan KH. Miftah Farid sebagai saksi pernikahan Aa Gym di Singapura, lalu Kyai Miftah juga ikut diam-diam tidak menyiarkan berita itu. Kyai Miftah itu sebagai Ketua MUI Jabar sangat tidak pantas perilakunya. Masak ya ada kejadian yang tidak benar kok dibiarkan dan ikut disembunyikan. Ini sangat memalukan muslimin Pasundan yang terkenal religius. Bapak sarankan seyogyanya Kyai Miftah mundur saja dari Ketua MUI biar nanti masyarakat Pasundan tidak menganggap kalo ulama seperti itu semua. Sedih sekali ini hari-hari ini, panutan masyarakat malahan terlibat kemufakatan menyembunyikan hal-hal yang tidak betul.

  • ian // 11 Desember 2007 pada 4:53 am | Balas

    itu di atas kesalahan I – V cari di google pak, bukan jawaban saya. jangan di campur adukan. cuman ngebantu aja cari jawaban dari pertanyaan mas omdien. moga2 itu jd masukan tambahan aja — tapi itu bukan jawaban saya. Jawaban saya yah yg di atas (kecuali kesalahan I – V)

  • Urang Udik // 27 Oktober 2008 pada 8:00 am | Balas

    Hari gini ngumpiin orang, orang yang dirumpiin mah baik2 aje. Saya rasa kalau anda orang muslim thu apa itu artinya Ghibah……….

  • zulekha // 15 April 2009 pada 1:19 pm | Balas

    kesian banget teh ninih, tapi lebih kesian lagi aa gym. teh ninih aku nilai udah mulai “EGP” sama suaminya, sering bilang “ya syukur aa gym udah yang ngurus, jadi gk kepikiran aa gym”, istilahnya EGP gitu ya…dan beliau lebih mendekatkan diri ke Allah swt dan batinnya udah tenang. Tapi aku lebih kesian lagi sama aa gym, sampe sekarang kayaknya masih gundah, masih mencari2 pembenaran, masih ragu2 dengan keputusannya sendiri. Moga2 AA teh Teteh bisa saling menemukan cintanya kembali “yang hilang”

Tinggalkan sebuah Komentar