Catatan Ide

Masukan dari November 2007

Pespal (Persatuan Sepak Bola Pangalengan)

28 November 2007 · & Komentar

Persib eleh deui… prestasi nya menurun drastis sejak putran pertama berakhir. Matak lieur mikiran na oge, udah ngabisin duit Pemda, beli pemain asing mahal (sampai 1 milyar) tapi sering ngak maen karena memperkuat timnas Kamerun, kontrak pemain habis Desember, padahal kompetesi berakhir Januari 2008. Kumaha ieu. :(

Sempat berbincang dengan Mang Ibro (Ihsan) via YM, “GANTI WAE KU PESAPAL” katanya. Jadi teringat team itu, ya PESPAL, persatuan Sepak Bola Pangalengan, team legendaris dari Kidul Bandung. Team yang sempat berprestasi di seantero Bandung, sebuah klub sepak bola Kecamatan Pangalengan yang anggotanya terdiri dari klub Tarkam (antar kampung) se Pangalengan.

(lagi…)

Kategori: Catatan Kecil · Pangalengan

Johan Gerrit van Ham, Perintis peternakan sapi perah Pangalengan

26 November 2007 · & Komentar

Tahukah anda bahwa Johan Gerrit van Ham adalah pioner peternakan sapi perah di Pangalengan, lahir di Batavia tahun 1874, anak dari pasangan Petrus Paulus Hermanus van Ham, seorang anggota tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger) dan Anna Grouw.

Karena latar pendidikannya di bidang militer, dia terlibat perang Boer di Aftika Selatan, sehinga Pak Kunto (Kuncen Bandung) menjulukinya pelarian perang boer, (lagi…)

Kategori: Biography · Catatan Kecil · Pangalengan · Ternak

Unpredictable Jobs

15 November 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pernahkah anda membaca buku manajemen waktu, karangan siapa saja. Inti dari buku tersebut tentunya menentukan sekala prioritas berupa kombinasi dua kata “penting” dan “mendesak”. Pertama penting dan mendesak, Kedua tidak penting tapi mendesak, Ketiga penting tidak mendesak, Keempat tidak penting dan tidak mendesak.

Bila dalam kehidupan kita sehari-hari menemukan kondisi “unpredictable jobs”, termasuk kedalam kategori manakah dalam wacana penting dan mendesak di atas?

Ditengah aktivitas sehari hari saya, tentunya harus cermat memposisikan suatu pekerjaan dalam sekala prioritas. Untuk kondisi sekarang masih dalam tahap belajar memilah-milah kegiatan untuk dikategorikan. Seabrek wacana yang mesti dikerjakan, mempelajari ubuntu, ikut proyek rekan dalam pembangunan website menggunakan joomla atau mambo, belajar java. Ditambah aktivitas sehari hari dari pekerjaan yang menguras banyak pikiran, mengerjakan cycle Banking, prepare produksi dan tugas-tugas dadakan. Ingin berorganisasi (harokah) yang bermanfaat dan tentunya membagi waktu dengan keluarga yang sering ditingal.

Walah… banyak juga ya, Ya Allah berilah saya kemampuan untuk mengatur waktu yang telah enkau anugrahkan kepadaku.

Kategori: Catatan Kecil

Bergaya Narsis

9 November 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kesampaian juga tour ke kawah putih dan situ patenggang, setelah sebelumnya direncanakan tanggal 28 Oktober 2007, akhirnya diundur menjadi 4 November 2007 karena pertimbangan banyak yang tidak akan ikut bila berangkat tanggal 28, ma’lum udah tanggal sepuh :) . Sebelumnya perna menjajikan ke fitri bakal naik perahu di danau, sepanjang perjalan anak itu selalu menayakan “mana perahu nya?”.

Walaupun waktunya molor dari yang direncanakan karena bis yang menjemput kesasar (susah bener nyari daerah Kapuk :) ) dan macet di daerah ciwidey, gila Bo.. jalan nya kecil, mobilnya gede-gede. Akhirnya tiba juga di kaki gunung Patuha, setelah mendaki gunung dengan mobil omprengan sampailah kami di tempat exotis, surga yang tercecer di kawasan priangan “Kawah Putih“. Kawah Putih terletak di punyak Misteri keindahan danau kawah putih baru terungkap tahun 1837, oleh seorang ilmuwan Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn. Ketika itu, Junghuhn mengadakan perjalanan ke Gunung Patuha, dia sempat bertanya pada masyarakat setempat tentang suasana alam yang dirasakannya sangat hening dan sunyi. Ternyata dia mendapat jawaban, bahwa di kawasan tersebut merupakan daerah angker sebagai kerajaan jin dan tempat bersemayamnya roh para leluhur. Namun, Junghuhn tidak mempercayai cerita itu begitu saja, sambil melanjutkan perjalanan menembus hutan belantara hingga akhirnya menemukan sebuah danau kawah yang indah. Dari dalam danau itu keluar semburan lava bau belerang yang menusuk hidung. Ternyata kondisi belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang di atas permukaan kawah.

Begitu sampai langsung deh, rekan-rekan saling jepret di kawah itu. inilah sebagian gaya narsis yang sempat diabadikan

Setelah itu kami melanjutkan perjalan ke situ patenggang, sebuah danau alami di kawasan perkebunan teh Ranca Bolang peninggalan Sir Edward Kerkhoven.

Tempat nya indah, romantis kata Desi, udaranya sejuk cenderung dingin. Berperahu ria menuju batu cinta, batu yang menurut cerita Batu Cinta merupakan tempat bertemu kembalinya Ki Santang & Dewi Rengganis setelah sekian lama berpisah. Rombongan kami bertingkah aneh sambil berteriak-teriak di tempat itu sebagai pelampiasan atas kejenuhan melakukan aktivitas kerja sehari-hari, tak lupa bergaya narsis disana.

Kategori: Catatan Kecil

Wadjah Pangalengan Tempoe Doeloe (3)

3 November 2007 · & Komentar

Pada seri terakhir ini, akan kita explore Perkebunan teh Malabar, perkebunan tertua di pangalengan, kemudian diikuti oleh perkebunan teh yang lainnya seperti Kertamanah, Pasir Malang, Poerbasari, Santosa, Talun dan Sedep.

Diprakarsai oleh oleh K.A.R Bosscha seorang sarjana teknik lulusan Universitas Delft di Belanda. Di danai oleh pamanya sendiri Edward Kerkhoven yang telah lebih dulu mengepalai perkebunan teh di daerah Assam India.

Tercatat sebelum perang dunia kedua, daerah Bandung Selatan merupakan penghasil komoditi penting dunia (Teh dan kina). Dari hasil perkebunan inilah seorang K.A.R Bosscha dapat menyumbang berbagai yayasan di Belanda, ikut mendanai ITB (Dulu Technologie Hogeschool), Societeit Concordia (Sekarang Gedung Merdeka di jalan Asia Afrika Bandung), Sekolah Luar Biasa Cicendo Bandung dan sebuah karya fenomenal Observaterium Peneropongan Bintang Boscha. (lagi…)

Kategori: Catatan Kecil