Catatan Ide

Masukan dari Desember 2007

Theekoning van de Preanger

29 Desember 2007 · & Komentar

20071019_153830_bosscha_wince.jpg

Raja Teh Priangan, julukan bagi seorang pekerja keras, dermawan dan briliant dari s-Gravenhage Amsterdam.Seseorang yang memiliki dedikasi tinggi kepada tanah jajahan negaranya. Inilah sebuah pernyataannya saat terpilih menjadi anggota Volksraad pada tahun 1918 “De dageraad is voor Indië aangebroken,
Thans alle handen aan den ploeg ….” (Fajar telah menyinsing untuk kebangkitan indonesia, kini semua tergantung kepada majelis ini).

(lagi…)

Kategori: Biography · Pangalengan

Yuk kita budayakan sikap “Jujur”

5 Desember 2007 · & Komentar

Serasa sudah lama tidak menulis, padahal baru minggu kemarin. Nyari ide emang gampang-gampan susah, kadang banyak kadang ngak. Tapi lumayan lah, minimal seminggu sekali ada tulisan baru, atau paling parah update tulisan dan moderasi komentar.

Berawal dari baca artikel di eramuslim berjudul Warung jujur, timbul sedikit inspirasi untuk menulis tentang kata yang satu ini, “Jujur” . Satu kata terdiri dari 5 huruf yang mudah diucapkan tapi dalam aplikasi kehidupan sehari-hari jarang orang menerapkannya. Dalam tulisan itu diceritakan berapa investasi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan swalayan untuk mengontrol ketidak jujuran pelanggannya, di tiap sudut dipasang cctv, mengaji satpan bertubuh kekar dan berwajah sangar (yang terakhir bukan kriteria utama :) ).

di perusahaan tempat penulis bekerja, ratusan juta rupiah dikeluarkan untuk membeli alat-alat kemanan seperti cctv, fingerprint untuk acces masuk ruangan, warning alarm, sampai point pengontrol patroli satpam hanya untuk mendapat “Security License”.

Betapa mahalnya nilai sebuah kejujuran. Padahal tahukan anda, seorang panutan umat muslim sedunia. Muhammad SAW meletakan kejujuran sebagai pondasi utama dalam mendirikan sebuah agama bernama Islam. Walhasil beliu diberi gelar Al-amin sejak kecil, artinya orang yang benar-benar kredible dalam menjalankan amanah dan terkenal sangat jujur. Dari mulai tutur kata nya yang jauh dari bohong, usaha jual beli yang ditekuninya tak pernah luput dari kejujuran, sehinga orang Quraisy pada waktu itu sangat percaya menitipkan barang dangangan miliknya kepada Rosulullah untuk diniagakan sampai ke negeri Syam (sekarang Syiria). Hingga pada saat menjelang hijrah ke Yasrib (Madinah), dimana para pemuka Quraisy sudah begitu benci kepada beliau, masih ada penduduk mekah yang menitipkan barang di rumahnya. Sehingga begitu hendak berangkat beliau menitipkan semua barang kepada Ali Bin Abu Thalib untuk dikembalikan kepada pemiliknya.

Dari kejujuran inilah muncul simpati dan kepercayaan (Trust) dari pengikutnya yang merupakan modal utama terbentuk nya umat terbaik yang pernah ada di muka bumi ini 1400 tahun yang lalu.

Yuk.. kita renungkan dan bayangkan, apa jadinya sebuah usaha atau peniagaan yang berlandaskan kejujuran! mungkin tidak perlu lagi Satpam, kamera pengontrol, portal atau pintu besi sebuah brangkas uang yang berlapis-lapis.

Yuk.. kita bayangkan kehidupan masyarakat yang dilandasi kejujuran!, tidak ada lagi rasa saling curiga, yang ada kepercayaan setiap individu kepada individu lainya.

Yuk.. kita bayangkan kehidupan dalam sebuah negara yang berlandaskan kejujuran!. Mungkin tidak ada lagi KPK, hakim dan jaksa di pengadilan akan sedikit ringan bebanya. Korupsi.. NO WAY

Yuk.. kita budayakan kata JUJUR

Kategori: Catatan Kecil