Catatan Ide

KPBS tak sekedar menyejahterakan anggota

13 Maret 2008 · & Komentar

Seorang pria yang mengayuh gerobak beroda tiga dengan wadah kotak berwarna biru dan putih memasuki kompleks perumahan. Di depan gerobak ada gambar seekor sapi dan tulisan KPBS.

Suara keluar dari loud speaker kecil yang berada di sampingnya dan terdengar berulang-ulang. “…KPBS …Pangalengan …KPBS … Pangalengan…”, suara Maman yang nyaring memanggil pembeli.

Matahari yang terik tidak dihiraukan saat dua bocah ditemani ibunya bergegas mendekat untuk membeli susu segar. Produk susu berkemasan cup (gelas plastik) memiliki empat pilihan rasa, stawbery, mocca, cokelat dan melon, sedangkan susu bantal merupakan susu murni.

Maman merupakan salah seorang dari ratusan penjual susu KPBS yang berkeliling ke kompleks-kompleks perumahan di Bandung dan sekitarnya, menjajakan susu pasteurisasi milk treatment, pabrik pengolahan susu milik Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS).

Tak hanya ratusan orang penjaja seperti Maman. Industri yang dimotori oleh KPBS itu telah ‘menghidupi’ ribuan anggota dan bahkan puluhan ribu anggota masyarakat lainnya.

(lagi…)

Kategori: Artikel · Pangalengan