Catatan Ide

Masukan dari Desember 2008

Kampanye Caleg, Kampanye anti sinetron

18 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Menjelang PEMILU di indonesia tahun 2009, muncul beberapa isu hangat ditengah publik yang diramaikan dengan istilah “Fatwa Haram golput”  harus dikeluarkan MUI, ditujukan untuk saudara-saudara kita yang tidak akan memberikan hak suaranya di pesta demokrasi nanti. Membaca tulisan saudara Muhammad Ghufron di sini, menurutnya ada 3 macam penyebab golput yaitu Golongan pertma adalah golongan yang merasa diabaikan, Golongan yang kedua adalah orang yang merasa hak hidup secara layak diabaikan, dan Sedangkan golongan yang ketiga adalah golongan yang sudah bosan dengan pemilu yang berulang-ulang.

Sedangkan menurut saudari Dwi Eka dalam tulisannya di warnaislam.com, membahas efek dari golput pada tatanan demokrasi Indonesia, “sia-sialah anggaran negara triliuan rupiah untuk pengadaan moda transportasi anggota KPU, mencetak surat suara, pengadaan kotak suara, iklan di media cetak dan televisi, atau studi banding ke luar negeri bila tak semua warga negara turut mencontreng” yang menurut saya, walapun semau tidak golput pun masih ada kesia-sian anggaran bila merujuk pada golongan ke 3 (golongan yang sudah bosan dengan pemilu yang berulang-ulang), karena system  yang digunakan system lama, tentunya orang-orang yang dihasilkan di DPR nanti adalah manusia yang berkarakter sama dengan system yang sebelumnya. Tentunya tidak akan memberikan perubahan yang terlalu signifikan untuk perubahan negeri ini ke arah yang lebih baik. Saya tidak menafikan kebijakan-kebijakan Anggota Dewan selama ini yang baik. Tapi tetap saja itu dirasa masih kurang.

Dalam hal ini, mohon maaf bila saya tidak dapat memberikan solusi yang lebih tepat untuk masalah ini, karena bukan kapasitas saya di bidang politik, hanya karena system yang sekarang sudah terlanjur dijalankan, isilah aktivitas yang ada dengan hal-hal yang bermanfaat!.

Kampanye adalah salah satu agenda dalam pemilu, daripada mengkampanyeukan janji-janji, program yang belum tentu dilaksanakan, belum tentu sasaran dan tujuannya. Gantilah dengan kampanye anti sinetron misalnya, calon anggota dewan tentunya sudah mengetahui persinetronan di indonesia, tema yang berputar-putar, menyanjikan kekerasan, kebencian, gaya hidup glamour, hanya mengejar jam tayang beserta rating. Sama sekali tidak ada manfaatnya bagi pemirsa tv selain membuang waktu sia-sia. Resiko nya paling dibenci habis-habisan oleh pemilik Production House (PH).

Selain itu wabah yang menjangkiti masyarakat bisa juga dijadikan objek kanpanye para caleg, banyak program-program penyuluhan yang harus disosialisasikan ke masyarakat. Atau tidak ada salahnya memanfaatkan isu global warming dengan mengkampanyeukan buang sampah pada tempatnya, stop pembabatan hutan liar, kampanye tanam sejuta pohon, tidak lupa kampanye anti asap rokok.

Walaupun nantinya tidak terpilih itu lain cerita, toh niatnya sudah baik, mudah-mudahan para calon pemilih lebih objektif dalam menentukan pilihannya.

Kategori: Ocehan

Kiriman dari Belanda

11 Desember 2008 · 1 Komentar

boss_fr_theo

Setelah menulis beberapa artikel tentang K.A.R Bosscha di blog ini, muncul berbagai komentar dari pembaca, diantaranya  Theo van de Velde dari Belanda. Menurutnya, setelah membaca buku karangan penulis Belanda Hella S. Haasse  berjudul “Heren van de thee”, beliau ingin mengetahuhi lebih jauh  system perkebunan teh zaman belanda dengan mengunjugi pabrik teh Rancabali di Ciwidey.

Didalam  pabrik dipajang beberapa photo tua, salah satu nya photo diatas yang tidak lain merupakan photo K.A.R Bosscha.

Menurut kuncen kuburan Bosscha dan almarhum kakek, Bosscha mempunyai kegemaran menunggang kuda.  Semasa hidupnya, si tuan pernah terjatuh dari kuda sehingga jalanya terpincang-pincang dibantu oleh sebatang tongkat.


Kategori: Pangalengan

Inspiring Friend

11 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

ms“Menjadi tua itu pasti!, tapi tua bahagia itu pilihan”

Cung cung 2008

Pertemanan adalah karakter alami dalam kehidupan, hanya pintar-pintarlah memilih teman dalam hidup ini. Salah-salah hidup kita jadi salah arah hanya karena kurang tepat meilih sahabat. Ibarat pepatah lama “bergaul dengan pandai besi akan kena bau bakaran, bergaul dengan tukang winyak wangi akan terbawa harum”.

Teman yang satu ini merupakan orang gila dari tanah batak, entah bagaiamana caranya bisa sampai terdampar di Jakarta ini. Pertama kali bertemu saat perkenalan sebagai salles perusahaan di dept IT. Awalnya kelihatan jaim, pendiam dan sok berbahasa jawa, ngakunya dari Sleman :) . Lama kelaman kelihatan sifat gilanya. Setiap bicara pasti lantang, tanggapan dari orang-orang disekitarnya ada 3. Menyimak, acuh dan menutup telinga.

Tapi kadang dari mulut nya yang bawel itu, suka muncul kata-kata bijak, tips praktis menghadapi masalah hidup dan ilmu marketing handal yang selalu ia dengungkan ke teman-teman nya, termasuk ungkapan di awal tulisan ini. Dari sinilah timbul semangatku untuk selalu berusaha, bekerja keras dan pantang menyerah.

Sekarang dia sudah resign dari company tempat aku bekerja, dimana kau ? mahluk yang diberi identitas Mazmur Sembiring oleh mama nya. Masih kah berkutat dengan urusan percetakan, sayang kalau ditinggalkan begitu saja, jaringan mu sudah dapat dibilang OK untuk masalah percetakan. Sekarang agak kesulitan mencari pinjaman noban bila sedang kepepet (tentunya dengan kode siulan maut) :D

Terima kasih atas petuah-petuah mu selama ini yang keluar dari moncong mu itu, nyrocos bagaikan senapan mesin yang memuntahkan peluru.

Thank Sobat

Kategori: Catatan Kecil · Ocehan