Awalnya kadang malu, membuat tulisan asal kemudian di posting di blog atau di tempat lain. Alasan malu timbul karena beranggapan tema nya sederhana, tata bahasa semerawut, atau menyangkut hal pribadi yang malu jika diungkapkan ke publik.
Tetapi lambat laun anggapan itu hilang, seiring dengan seringnya kita menulis. Anggaplah tulisan lama merupakan latihan untuk membuat tulisan-tulisan berkualitas, yang jelas teruslah menulis. Disitulah semua unek-unek, ide dan pendapat dapat diungkap dengan gamblang tanpa harus kuatir dengan komentar orang.
Satu hal lagi, jelek-jelek tapi tulisan sendiri lebih baik dari pada tulisan bagus hasil copy-paste (nyontek).
Keep writing….

bener om dien… satuju
Baiklah Pak ^^
Pangalengan dulu sama sekarang beda. Dilihatnya dari segi positip negatipnya beda aku benci sama anak pemuda yng berpikiran negatip. Misalnya kuasain jalanan. Aku pernah jadi korban motor aku terlindas ma dia