Catatan Ide

Entries categorized as ‘Link’

Wadjah Pangalengan Tempoe Doeloe (1)

23 Oktober 2007 · & Komentar

Kali ini judul postingan nya agak sedikit meniru gaya Almarhum Bapak Kunto, Wajah Bandung Tempo Dulu. Iseng-iseng kemarin click di sini, eh.. dapat photo Pangalengan zaman baheula banget :) yang tidak ada di kitlv. Bahasa pengantar image nya masih pakai Bahasa Belanda, mungkin hanya orang Belanda yang rajin mendokumentasikan, atau adakah orang kita (Indonesia) yang punya dokumentasi ?.

Kali ini mereview beberapa tempat di Pangalengan, pada posting berikutnya akan diulas khusus mengenai situ cileunca dan Perkebunanan Malabar.

Wegenaanleg in Pengalengan, West-Java (voor/before 1943)

Kegiatan membuka jalan baru di Pangalengan, sepintas mirip di daerah cibiana, ciruntah atau di sekitar perkebunan Malabar. Menurut penuturan Kakek, pembukaaan jalan Banjaran Pangalengan tidak lepas dari ide K.A.R Bosscha untuk membuka access mengangkut komoditi hasil perkebunan di Bandung Selatan. (lagi…)

Kategori: Catatan Kecil · Link · Ocehan · Pangalengan

Dokumentasi Photo Zaman Kolonial

13 Agustus 2007 · & Komentar

Bicara tentang dokumentasi, Belanda adalah jagonya. Betapa tidak, semua hal-hal sejarah, jurnal, artefak atau interview zaman baheula semua dikoleksi untuk di dokumentasikan baik dalam bentuk script, photo,video atau barang-barang peninggalan sejarah.

Kejadian heboh baru-baru ini dengan ditemukannya clip Lagu Indonesia raya yang di klaim Roy Suryo sebagai penemuan team nya, lirik terlengkap dan Arsip Nasional belum memilikinya, di sebuah server Leiden Belanda menunjukan bahwa hal-hal yang berbau sejarah sekalipun tidak berhubungan langsung dengan negaranya, mereka koleksi juga. Konon katanya untuk mendapat gelar S3 Sastra Sunda, mahasiswa UNPAD harus rela terbang ke Negeri Kincir Angin itu karena arsip-arsip kesundaan kuno telah dianggkut Penjajah Belanda ke negaranya pada zaman kolonial yang tersimpan rapi di Universitas Leiden. Menurut Mamat Sasmita dalam tulisan nya di Koran Kompas Jabar Kamis tanggal 6 April 2006, banyak kolektor Belanda yang mengaabadikan script-script sunda seperti Snouck Hurgronje, KF Holle, CM Pleyte, JLA Brandes, Th Pigeaud dan lainnya. Menurut nya Snouck Hurgronje telah “menyelamatkan” naskah-naskah Sunda yang begitu banyak untuk disimpan di negri Belanda, karena apabila tetap berada di yang empunya bisa jadi tidak pernah dibaca untuk dipelajari, jangan-jangan malah akan dijadikan tutungkusan, dijadikan benda keramat. Tapi, alangkah jauhnya kalau ingin melihat atau meneliti naskah Sunda oleh orang Sunda dari Tatar Sunda.

(lagi…)

Kategori: Link · Pangalengan

80-an

10 Agustus 2007 · & Komentar

Aku lahir tahun 1975, setidak nya termasuk anak produk tahun 80-an, dimana situasi masa itu masih sangat sederahana dibandingkan dengan keadaaan sekarang, belum ada HP, Komputer, Internet, apalagi Play Station, permainan anak-anak masih seputar permainan rakyat seperti Gatrik, Gobak Sodor (Sorodot Gaplok), Galah , ngadu karet, ngadu gambar, Ucing Sumput (Petak Umpet) dan Lolodehan. Akhir era 80-an baru muncul Intercom sebagai alat komunikasi antar kampung murah (di kampung ku sering disebut radio raweuy karena menggunakan media kabel sebagai media komunikasi sehingga di mana-mana terdapat bentangan kabel), dikatakan murah karena peralatan radio amatir seperti radio CB waktu itu masih dianggap teralalu mahal.

(lagi…)

Kategori: Link