Catatan Ide

Entries categorized as ‘Ocehan’

Sekolah pencetak generasi emas

29 September 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sedih rasanya melihat kondisi bangunan tua ini, sebuah bangunan sekolah yang terletak di daerah Ciemas (begitulah orang Pangalengan menyebutnya), mungkin dari tempat inilah beberapa generasi emas muncul, lihatlah wajah optimis murid sekolah rakyat ini di artikel berikut.
Disaat pemerintah Kolonial Belanda sangat menganak tirikan pendidikan orang pribumi, seoran K.A.R. Bosscha dengan sukarela mendirikan Vervoloog Malabar sekaligus membiayai semua kegiatan operasionalnya pada tahun 1901, sebuah sekolah yang diperuntukan bagi kaum pribumi, terutama anak-anak Perkebunan Teh Malabar. Sampai saat ini usianya hampir 100 tahun.
Namum kini keberadaannya sangat memprihatinkan, atap sekolah yang terbuat dari seng sudah mulai karatan, beranda sekolah sudah menghilang, dinding bilik sudah mulai bolong-bolong. Tatapakan (alas dari batu) sudah mulai berkurang, sebagian hancur akibat gempa tanggal 2 September 2009, Golodog nya (tangga masuk ke kelas) sudah raib entah kemana.
Walaupun sudah sangat tua, masih terlihat kesan kokoh, dengan tiang-tiang jati menjulang, jendela dan pintu besar serta langit-langit tinggi, bandingkan dengan bangunan sekolah baru di sebelahnya, bentuk nya ngak karuan setelah dilanda gempa berkekuatan 7,3 skala rechter.
Adakah yang peduli, semua melempar tanggung jawab, Dilihat dari status kepemilikan, secara fisik SD Malabar II (nama sekolah ini sekarang) adalah PTP Nusantara VIII. Sementara urusan pendidikan dan pengajaran, diserahkan kepada pemerintah, dalam hal ini Cabang Dinas Pendidikan Kec. Pangalengan.
Ayo selamatkan aset bangsa ini, sebuah sekolah pencetak generasi emas, yang mudah-mudahan bila dikelola dengan baik bisa dijadikan Museum pendidikan.
Adakah yang peduli ?

SR-1

SR-2

DSC00308

Kategori: Catatan Kecil · Ocehan · Pangalengan

Kampanye Caleg, Kampanye anti sinetron

18 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Menjelang PEMILU di indonesia tahun 2009, muncul beberapa isu hangat ditengah publik yang diramaikan dengan istilah “Fatwa Haram golput”  harus dikeluarkan MUI, ditujukan untuk saudara-saudara kita yang tidak akan memberikan hak suaranya di pesta demokrasi nanti. Membaca tulisan saudara Muhammad Ghufron di sini, menurutnya ada 3 macam penyebab golput yaitu Golongan pertma adalah golongan yang merasa diabaikan, Golongan yang kedua adalah orang yang merasa hak hidup secara layak diabaikan, dan Sedangkan golongan yang ketiga adalah golongan yang sudah bosan dengan pemilu yang berulang-ulang.

Sedangkan menurut saudari Dwi Eka dalam tulisannya di warnaislam.com, membahas efek dari golput pada tatanan demokrasi Indonesia, “sia-sialah anggaran negara triliuan rupiah untuk pengadaan moda transportasi anggota KPU, mencetak surat suara, pengadaan kotak suara, iklan di media cetak dan televisi, atau studi banding ke luar negeri bila tak semua warga negara turut mencontreng” yang menurut saya, walapun semau tidak golput pun masih ada kesia-sian anggaran bila merujuk pada golongan ke 3 (golongan yang sudah bosan dengan pemilu yang berulang-ulang), karena system  yang digunakan system lama, tentunya orang-orang yang dihasilkan di DPR nanti adalah manusia yang berkarakter sama dengan system yang sebelumnya. Tentunya tidak akan memberikan perubahan yang terlalu signifikan untuk perubahan negeri ini ke arah yang lebih baik. Saya tidak menafikan kebijakan-kebijakan Anggota Dewan selama ini yang baik. Tapi tetap saja itu dirasa masih kurang.

Dalam hal ini, mohon maaf bila saya tidak dapat memberikan solusi yang lebih tepat untuk masalah ini, karena bukan kapasitas saya di bidang politik, hanya karena system yang sekarang sudah terlanjur dijalankan, isilah aktivitas yang ada dengan hal-hal yang bermanfaat!.

Kampanye adalah salah satu agenda dalam pemilu, daripada mengkampanyeukan janji-janji, program yang belum tentu dilaksanakan, belum tentu sasaran dan tujuannya. Gantilah dengan kampanye anti sinetron misalnya, calon anggota dewan tentunya sudah mengetahui persinetronan di indonesia, tema yang berputar-putar, menyanjikan kekerasan, kebencian, gaya hidup glamour, hanya mengejar jam tayang beserta rating. Sama sekali tidak ada manfaatnya bagi pemirsa tv selain membuang waktu sia-sia. Resiko nya paling dibenci habis-habisan oleh pemilik Production House (PH).

Selain itu wabah yang menjangkiti masyarakat bisa juga dijadikan objek kanpanye para caleg, banyak program-program penyuluhan yang harus disosialisasikan ke masyarakat. Atau tidak ada salahnya memanfaatkan isu global warming dengan mengkampanyeukan buang sampah pada tempatnya, stop pembabatan hutan liar, kampanye tanam sejuta pohon, tidak lupa kampanye anti asap rokok.

Walaupun nantinya tidak terpilih itu lain cerita, toh niatnya sudah baik, mudah-mudahan para calon pemilih lebih objektif dalam menentukan pilihannya.

Kategori: Ocehan

Inspiring Friend

11 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

ms“Menjadi tua itu pasti!, tapi tua bahagia itu pilihan”

Cung cung 2008

Pertemanan adalah karakter alami dalam kehidupan, hanya pintar-pintarlah memilih teman dalam hidup ini. Salah-salah hidup kita jadi salah arah hanya karena kurang tepat meilih sahabat. Ibarat pepatah lama “bergaul dengan pandai besi akan kena bau bakaran, bergaul dengan tukang winyak wangi akan terbawa harum”.

Teman yang satu ini merupakan orang gila dari tanah batak, entah bagaiamana caranya bisa sampai terdampar di Jakarta ini. Pertama kali bertemu saat perkenalan sebagai salles perusahaan di dept IT. Awalnya kelihatan jaim, pendiam dan sok berbahasa jawa, ngakunya dari Sleman :) . Lama kelaman kelihatan sifat gilanya. Setiap bicara pasti lantang, tanggapan dari orang-orang disekitarnya ada 3. Menyimak, acuh dan menutup telinga.

Tapi kadang dari mulut nya yang bawel itu, suka muncul kata-kata bijak, tips praktis menghadapi masalah hidup dan ilmu marketing handal yang selalu ia dengungkan ke teman-teman nya, termasuk ungkapan di awal tulisan ini. Dari sinilah timbul semangatku untuk selalu berusaha, bekerja keras dan pantang menyerah.

Sekarang dia sudah resign dari company tempat aku bekerja, dimana kau ? mahluk yang diberi identitas Mazmur Sembiring oleh mama nya. Masih kah berkutat dengan urusan percetakan, sayang kalau ditinggalkan begitu saja, jaringan mu sudah dapat dibilang OK untuk masalah percetakan. Sekarang agak kesulitan mencari pinjaman noban bila sedang kepepet (tentunya dengan kode siulan maut) :D

Terima kasih atas petuah-petuah mu selama ini yang keluar dari moncong mu itu, nyrocos bagaikan senapan mesin yang memuntahkan peluru.

Thank Sobat

Kategori: Catatan Kecil · Ocehan

Menyusuri Jejak si Tuan

14 Oktober 2008 · & Komentar

Hari kedua lebaran, kami bertiga berniat menyusuri jejak-jejak sepak terjang si Tuan (Bosscha) dalam merintis perkebunan teh di daerah Malabar.

Rute Petama, menuju Situ Gede, ngak tahu tempat ini ada hubungan nya ngak dengan si Tuan, tapi tempat nya indah sekali, sayang untuk dilewatkan.

Rute Kedua, Gunung Nini. Konon katanya si Tuan sering ke tempat ini untuk mengamati ke seluaruh wilayah perkebunan

Rute Ketiga, Wisma Malabar. Tempat si Tuan mengkoordinir semua aktivitas perkebunan, sekaligus tempat beristirahat. Bila ada yang berminat, villa ini bisa disewa dengan sebelumnya menghubungi pengurus PTP Nusantara VIII.

Rute Keempat, Tempat peristirahatan si tuan yang terakhir, sempat berbincang-bincang dengan kuncen kuncen mengenai kegiatan sehari-harinya menerima pengunjung kuburan, cerita legenda si Tuan. Setelah ditelusuri silsilah si Kuncen akhirnya ia berujar “Aki akang teh Bapak Tamim, simkuring kantos ngawulaan ka anjeuna, sok geura taroskeun ka bojo na!“. Rupanya sang kuncen bekas anak buah kakek.

Kategori: Catatan Kecil · Ocehan · Pangalengan

Last IT Formation

18 Juli 2008 · & Komentar

Memang dunia ini sangat dinamis, perubahan sudah merupakan sebuah rutinitas, begitu pula dengan team IT kami. Kali ini Galang yang resign, entah siapa lagi selanjutnya, tinggal menunggu waktu saja. Berikut adalah the last IT Formation di company kami.

IT Formation

Last IT Formation

Urutan dari kiri ke kanan : IP, AE, AZ (bukan IT, cuman ikut nampang doank), RKH, DH dan yang punya hajat posisi nya di tengah, persis kayak pengantin sunat (Galang Titan). Sudah menjadi tradisi bila ada yang resign harus mengadakan ritual makan-makan. Nah si Galang ini kewajibannya sudah dipenuhi dengan mengundang kami makan-makan di warung sea food “DSF” depan pabrik :) . Ok Semuga sukses Galang.

Kategori: Catatan Kecil · Ocehan