Friesland Flag, Terjawab sudah

Saya pernah menuliskan sejarah peternakan sapi di Pangalengan, ada pertanyaan yang menggelitik begitu lihat photo kantor De Friesche Terp, dimana dihalaman rumah nya terdapat bendera yang sekarang menjadi logo susu cap bendera.

Begitu membaca tulisan Achmad Sunjayadi, seorang sejarawan dari Depok, terjawab sudah pertanyaan itu, menurut beliau “di Pangalengan, sekitar danau Cileunca, ratusan ekor sapi perah diternakkan orang Eropa di sana. Begitu banyaknya sapi perah bibit luar negeri di lembah danau Cileunca, hingga majalah Mooi Bandoeng sering menyebut wilayah di Pangalengan sebagai ‘Friesland in Indië (Friesland di Hindia)’.

Ternyata sapi perah di daerah Bandung didatangkan dari Friesland ke Nusantara pada awal abad ke-20. Jadi teringat sewaktu datang bibit sapi dari luar negeri, mungkin seperti itulah kedatangan sapi di tatar priangan awal abad 20. Sapi dari pelabuhan diangkut dengan truk dibawa ke Pangalengan, kemudian sapi-sapi itu disimpan di sebuah lapangan untuk di lelang ke peternak, sapi-sapi tersebut masih terlihat liar dan beringas, ma’lum di New Zeland, sapi dibiarkan di tempat terbuka, tidak dikandangin seperti di Pangalengan, perlu waktu yang cukup untuk bisa beradaftasi dengan keadaan di Indonesia.

Terima kasih pak Achmad, sekalian minta izin menempelkan link bapak di blogroll saya🙂 .

5 responses to “Friesland Flag, Terjawab sudah

  1. Ping-balik: Aneka Olahan dari Susu Sapi Perah « Catatan Ide

  2. Ping-balik: Wadjah Pangalengan Tempoe Doeloe (1) « Catatan Ide

  3. Ping-balik: Olahan Susu Sapi « Niaanneke's Blog

  4. Ping-balik: Pembuatan Krupuk Susu « Blog Tentang Pangan

  5. Ping-balik: Wajah Pangalengan Tempoe Doeloe |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s