Welkomen Ramadhan

Ramadhan het Grooten

Bulan puasa tahun 1428 sudah dekat, apa yang sudah anda siapkan untuk menyambutnya. Jika dulu sewaktu masih imut-imut🙂 yang terpikir adalah bedil lodong, petasan dan tentunya menu berbuka puasa. Waas memang, suasana puasa lain dari biasanya, apalagi di daerah terasa sekali ke-khusu-an nya, tadarusan dan ngabuburit bareng, sedang di kota besar seperti di Jakarta ini bulan puasa lebur dengan aktivitas kesibukan sehari-hari, paling bedanya pada malam hari agak sedikit meriah dengan adanya sholat taraweh di mesjid.

Ironisnya, bukan puasa serta bejibun pahala yang dijanjikan pada bulan Ramadhan yang jadi target, eh.. jauh-jauh hari udah berburu tiket untuk pulang mudik, walhasil tiket kereta untuk keberangkatan H-7 lebaran sudah ludes. Ditambah dengan perburuan baju baru dan oleh-oleh yang akan dibawa pulang kampung nanti. Konsentrasi puasa biasanya hanya pada awal nya saja, semakin mendekati lebaran, ruh bulan puasa mulai memudar diganti dengan semangat untuk mudik yang menggebu-gebu. Harga-harga bahan pokok menjelang puasa pada naik, menurut ku itu karena hukum ekonomi, orang jadi konsumtif menjelang puasa, sehingga harga barang merangkak naik. Padahal salah satu esensi puasa adalah hidup sederhana, udah..!! ngak usah banyak belanja beli ini itu, apa adanya aja deh. Insya Allah tuh harga-harga ngak bakalan naik, percaya deh…!!!.

Ah.. biarkanlah, lagian tahun ini aku ngak ada rencana mo mudik, mendingan beresin rumah dulu yang baru setengah jadi. Ngabuburit sambil beresin batu bata yang berantakan serta ngarungin batu split dan pasir beton yang berserakan. Paling akhir bulan September ini ada niat mo ke Pangalengan naik motor, sekedar ingin menikmati buka puasa dan saur di rumah orang tua.

Kata Aa Gym, segala sesuatu jika ingin berkesan harus ada target atau visi, termasuk pada bulan puasa ini. Target ku sih sederhana aja, tapi tak sederhana dalam pelaksanaan nya🙂 . Pertama, aku ingin meningkatkan kualitas ibadah wajib dihiasai dengan ibadah sunah. Kedua, sebisa mungkin menghindari dosa apalagi maksiat. Ketiga, ingin belajar bersosialisai lebih luas lagi, bisa di lingkungan kerja atau di lingkungan rumah, malu aku membaca artikel lae di bataknews, katanya islam itu Rohmatan Lil Alamin, tapi mana buktinya !!!!, bersosialisasi aja kurang😦 . That’s All, keep Istiqomah…..

Menurut istri saya, aku kadang kelihatan loyo klo lagi puasa, apalagi bila berada di rumah, tanpa aktivitas memang orang puasa kelihatan loyo, kebetulan ada project reprint billing Bank Permata yang kejar tayang untuk awal Oktober ini, lumayan buat acara ngabuburit🙂 .

Oh iya, sekalian mo belajar bahasa penjajah ah… Welkomen Ramadhan, Ik hou van je….🙂

One response to “Welkomen Ramadhan

  1. bbbbsgtttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s