Berpetualang di Situ Cileunca

Bagi yang gemar beroffroad bisa mengeliling situ untuk dapat mencapai kebun straoberi.
Suara mesin dari perahu tidak mampu mengalahkan suara desiran angin dan gelombang air di Situ Cileunca, Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Desiran angin itu semakin kuat menyibak rambut saat perahu terus melaju tanpa henti. Mata pun tak pernah letih memandang gelombang air, gunung-gunung, yang berada di sekitar Situ Cileunca.

Situ yang sering dibanjiri pengunjung itu mulanya merupakan hutan belantara. Pada 1918, sebagian kawasan hutan di sana dibuat situ untuk kebutuhan pengairan daerah di sekitarnya. Situ berkedalaman 17 meter ini warnanya begitu bening, sehingga enak dipandangi.

Udara di Situ Cileunca yang mempunyai luas permukaan air 1.400 hektare ini sangat dingin. Karenanya, banyak wisatawan yang mendatangi tempat ini untuk camping. Kebetulan, pengelola objek wisata ini, menyediakan arena camping round.

Menurut petugas Situ Cileunca, Hendri Solehudin, wisatawan yang camping di Situ Cileunca banyak sekali. ”Makanya, tempat ini sering dijadikan acara untuk pelatihan tentang lingkungan atau opspek mahasiswa,” katanya menjelaskan.

Situ Cileunca, menawarkan banyak objek wisata. Selain bisa menikmati keindahan situ dan iklimnya yang segar, pengunjung juga bisa mendatangi kebun strawberry dan kebun arbei. Untuk mencapai lokasi kebun tersebut, pengunjung harus menggunakan perahu dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit. Harga sewa perahu relatif murah yaitu Rp 5.000 per orang. Kita pun bebas memilih apakah perahu motor atau dayung.

Sebenarnya, kita bisa menggunakan jalur alternatif lain untuk sampai ke kebun strawberry. Jalur yang bisa digunakan lewat darat dengan mengelilingi situ. Namun, jalan di sekitaran situ kondisinya kurang bagus sehingga agak sulit untuk dilalui oleh kendaraan biasa. Namun, bagi yang suka offroad dan mempunyai kendaraan jenis Land Cruiser, tidak ada salahnya untuk mencobanya mengelilingi situ dengan medan yang sangat menantang.

Perjalanan lewat air ke kebun strawberry hanya membutuhkan waktu 10-15 menit. Selama perjalanan tersebut, kita bisa melihat indahnya pemandangan Gunung Wayang, Malabar, dan Windu. Kita juga disuguhi pemandangan hutan hasil peninggalan pembuatan situ.

Namun sesampainya di pinggir situ, kita belum bisa langsung memetik strawberry. Harus terlebih dulu berjalan menapaki jalan setapak yang berada di samping hutan. Dengan petunjuk seadanya, pengunjung seolah dibiarkan mencari tujuannya sendiri. Meskipun, jika kebingungan, pengunjung bisa meminta tolong kepada tukang perahu.

Setelah berjalan sekitar 15 menit dengan medan yang menanjak, kita baru menemukan kebun strawberry. Di areal kebun ini, pengunjung dapat memetik jenis buah ini sepuasnya. Di kebun ini 1 kg strawberry dihargai Rp 30 ribu. Selain strawberry, di atas tanah seluas 70 tumbak ini juga tersedia buah melosa yang oleh banyak masyarakat dipercaya sebagai obat penyakit darah tinggi dan penderita liver. Harga melosa yang berbentuk lonjong berwarna hijau ini Rp 15 ribu per kg.

Melosa, terbilang unik. Karena, buah yang rasanya mirip melon itu hanya dibudidayakan di Dieng, Jawa Tengah, dan Eropa. Pengelola kebun, Amin (54 tahun), dengan senang hati melayani puluhan pembelinya untuk menjelaskan manfaat dari buah melosa.

”Kebun strawberry itu juga menjadi tujuan utama di Situ Cileunca,” katanya sambil melayani pembeli. Jika hari libur, keuntungannya bisa mencapai Rp 400 ribu per hari, tentu dari hasil penjualan kedua jenis buah tersebut.

Jika sudah bosan di kebun strawberry, kita bisa melanjutkan perjalanan ke kebun arbei yang hanya berjarak beberapa meter dari strawberry. Dengan hanya membayar Rp 2.500, pengunjung bisa memakan arbei sepuasnya. Arbei dengan rasa yang relatif enak, telah mengundang ribuan penggemarnya ke kabun ini.

Bagi pengunjung yang hobi memancing, Situ Cileunca juga bisa menjadi lokasi pilihan. Di situ ini terdapat berbagai jenis ikan, di antaranya ikan mas, golsom, nila, dan sejumlah ikan hias. Untuk memancing di situ ini, pengunjung tidak dipungut bayaran.

Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, tampaknya Situ Cileunca, cocok untuk lokasi liburan bersama keluarga. Karena situ ini juga dilengkapi dengan arena bermain anak-anak. Bagi pengunjung yang ingin menginap, pengelola menyediakan bungalow yang terdiri dari dua bungalow besar dan satu kecil. Untuk bungalow besar, pengunjung harus membayar Rp 250 ribu per malam, sedangkan bungalow kecil Rp 150 ribu per malam.

Namun jika ingin merasa lebih nyaman, Anda bisa menyewa vila yang tersedia di dekat situ. Beberapa vila milik penduduk setempat dapat disewa dengan harga yang relatif murah. Selain berwisata, di tempat ini, pengunjung bisa belajar cara pergerakkan turbin untuk PLTA.

Lebih Asyik Naik Bus

Situ Cileunca kini merupakan salah satu alternatif tujuan wisata yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Bandung. Karena itu pemerintah setempat menyediakaan bus yang melewati kawasan tersebut. Jika berangkat dari Bandung, kita bisa menggunakan bus jurusan Pangalengan dengan waktu tempuh sekitar 2-2,5 jam. Sementara untuk masuk ke lokasi wisata, kita harus mengeluarkan uang Rp 2.500 per orang, Rp 3.000 untuk mobil, Rp 1.500 untuk motor, dan Rp 5.000 untuk bus.

Ikhtisar
*Untuk bisa ke Situ Cileunca, pengunjung bisa naik bus dari Bandung jurusan Pangalengan dengan waktu tempuh 2-2,5 jam.
*Masuk ke kawasan situ harus membayar Rp 2.500 per orang.
*Ke kebun strawberry, pengunjung harus menyeberang situ menggunakan perahu dengan tarif Rp 5.000 per orang.

(ren )

Sumber : Republika Online

One response to “Berpetualang di Situ Cileunca

  1. Strawberry-nya seenak yang di Ciwidey ga yah? belum pernah mencoba menikmati strawberry di Pangalengan. Tapi pasti nanti saya coba…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s