Siap-siap Keju Pangalengan Datang!

UPAYA memperoleh nilai tambah bagi usaha produksi sapi perah sudah lama dilakukan, misalnya dalam bentuk makanan olahan seperti di Kec. Pangalengan dan Kec. Ciwidey Bandung. Kendati demikian, terobosan pun terus dilakukan agar ada keragaman produk tersebut sehingga para peternak memiliki banyak alternatif pengusahaan.

USAHA produksi keju rakyat yang diperkenalkan Dinas Indag Agro Jabar tengah diuji coba di Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, masih harus ditingkatkan sarana pendukung dan pemasarannya. * KODAR SOLIHAT/”PR”

Adalah usaha produksi keju rakyat yang diperkenalkan Dinas Indag Agro Jabar di Kec. Pangalengan Kab. Bandung melalui Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS). Rencana serupa juga sudah dipikirkan di Kec. Tanjungsari, Kab. Sumedang oleh sebuah koperasi setempat. Rencananya, uji coba produksi dan evaluasi pasar akan dilakukan pekan ini di kedua tempat itu, sejauh ini tampak banyak peternak sapi perah setempat penasaran.

Inovasi ini juga sekaligus mencoba memberikan alternatif produk keju berharga murah dengan sasaran pengusaha makanan kecil-menengah, sekaligus agar lebih terjangkau masyarakat umum. Produksi keju rakyat juga tak terlepas dari pemanfaatan susu daripada sering terbuang saat harga sedang “kurang baik” bagi peternak.

Potensi pemasaran keju rakyat sejauh ini tampak cukup menjanjikan karena di Jabar sendiri terdapat sangat banyak usaha kecil-menengah produksi makanan, mulai usaha rumahan kue-kue basah dan kering, yang tersebar dari Cirebon sampai Bogor, ditambah pula penjual makanan asongan semacam martabak, dll. Studi produksi dan pemasarannya sudah dilakukan dalam skala kecil dari tahun 1993, namun baru saat ini baru terealisasi.

Sama pula halnya di Kec. Tanjungsari, program keju rakyat pun ditanggapi sebagai salah satu upaya diversifikasi usaha peternak sapi perah setempat. Apalagi, selama ini peternak sapi perah di sana praktis mengandalkan menjual susu mentah, sedangkan produk olahan boleh dikatakan belum dilakukan.

Hasil kajian tim konsultan Dinas Indag Agro Jabar, mengacu produksi susu peternak sapi perah rakyat jika 500 liter per hari akan dihasilkan 10 persen atau sebanyak 50 kg keju cheddar (natural/alami). Dihitung dengan biaya produksi harga pokok Rp 34.000,00/kg, dapat dijual Rp 50.000,00/kg dengan asumsi harga susu peternak meninggi sampai Rp 3.000,00/liter.

Jika dibandingkan dengan produk industri besar yang setiap 0,5 kg umumnya dijual Rp 40.000,00-50.000,00/kg, produksi keju rakyat dijual lebih murah, namun menawarkan kualitas yang bersaing. Apalagi, ini dibuat dengan alat teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kemampuan usaha skala kecil dengan produksi susu di bawah 500 liter/hari.

Jika dilihat sekarang, teknologi tepat guna memang juga menggunakan listrik. Namun perhitungan mereka, walau membutuhkan daya 2.000-3.000 watt, tetapi tak semua instrumen dalam keadaan menyala. Dengan selisih modal produksi ini, usaha keju rakyat tetap diperhitungkan tetap akan menguntungkan peternak.

Proses pembuatan keju rakyat berbentuk keju cheddar dalam ukuran kotak 15 x 20 cm, di mana proses produksinya mencapai 40 hari. Setelah itu, dibuat keju proses untuk keperluan siap produksi makanan dalam bentuk lembaran, di mana 1 kg keju cheedar dapat menghasilkan 3 kg keju proses, yang masing-masing dapat dijual Rp 50.000,00/kg.

Terus dicermati

Sementara itu, pengurus koperasi susu di Tanjungsari, Oyo Sukarya, menilai, program keju rakyat sebenarnya cukup menarik minat para peternak sapi perah sekitarnya. Meski demikian, para peternak tampaknya masih melihat sejauh mana potensi pemasaran hasil produk mereka, ditambah hitung-hitungan modal dengan harga jual.

Oyo Sukarya menyebutkan, sejauh ini harga jual keju rakyat diharapkan hanya Rp 30.000,00/kg, yang sepintas memang lebih murah dibandingkan keju buatan industri besar yang jika dihitung rata-rata mencapai Rp 45.000,00/0,5 kg mengacu kepada berbagai ukuran kemasan. Namun bagi usaha kecil semacam koperasi, kendalanya terbentur kemampuan serba terbatas, misalnya daya listrik, biaya tenaga kerja, sistem kemasan, dll.

“Para peternak yang tergabung dengan koperasi di Kec. Tanjungsari masih terus mencari ‘formula’ usaha yang lebih efisien. Di samping itu, perlu proaktif meyakinkan calon konsumen bahwa keju rakyat kualitasnya tak kalah dari industri besar namun harganya lebih murah,” kata Oyo Sukarya.

Ketua Asosiasi Industri Kecil-Menengah Agro (AIKMA) Jabar, Bambang Eko, menyebutkan, jika produksi massal usaha keju rakyat akhirnya terlaksana, faktor terpenting yang dilihat para perajin makanan olahan adalah harga. Soalnya, selama ini pasokan keju boleh dikatakan tak masalah karena sangat banyak, tetapi kendalanya adalah harga.

“Besar harapan atas terwujudnya usaha keju rakyat secara konsisten karena dapat membantu eksistensi para perajin usaha makanan olahan Jabar. Setidaknya, sebagai salah satu faktor efisiensi biaya yang memberikan nilai tambah bagi perajin maupun para peternak sapi perah sendiri,” ujarnya. (Kodar S./”PR”)***

Sumber : Harian Pikiran Rakyat Senin, 12 Maret 2007

12 responses to “Siap-siap Keju Pangalengan Datang!

  1. usaha perkejuan menurut saya memang mempunyai prospek bisnis yang besar karena dapat meningkat nilai jual dari susu segar yang sebelumnya hanya dihargai 3000 rupiah saja, dengan adanya inovasi pembuatan keju tersebut harga jual susu menjadi naik. saya ingin menanyakan kepada pihak pembuat keju tersebut. 1) pemeraman keju kenapa hanya 40 hari tidak lebih?, padahal semakin lama masa pemeraman makin bau keju keluar. 2) untuk penggumpalan susunya menggunakan apa? sepengetahuan saya menggunakan rennet. terus semisal pakai rennet, bahan tersebut diperoleh dari mana?3)seperti diatas apabila pakai rennet, konsentrasi rennet yang dipakai berapa untuk 1 liter susu segar?4) daya than keju tersebut berapa lama?5) kenapa anda memilih keju cheddar tidak kej edam atau yang lain?6)oh ya pada saat proses pemeraman keju di simpan pada suhu berapa?apakah ada penambahan bahan2 untuk meningkatkan curd seperti bakteri asam laktat. terakhir metode yang digunakan seperti apa???????maaf terlalu banyak menanyakan kepada bapak, terima kasih banyak.

  2. Mohon maaf teh Diah, untuk yang satu ini saya tidak dapat menjawab karena bukan ahlinya, mungkin ada rekan-rekan lain yang bisa membantu ?

  3. Salam,
    Pa kalo saya tertarik mau menggnakan keju rakyat ini, darimana kita bisa beli ??

  4. klo mau beli dimana pa

  5. ada ga orang bandung yg mau dititipin sapi perah ,saya siap modalin ,sistem bagi hasil aja

  6. Microbial coagulant rennet (bahan koagulasi keju)
    Microbial coagulant range derived from a fermentation process of the fungus Rhizomucor Miehei, vegetarian / kosher and HALAL.
    No Stripe No Tablet Price
    1 stripe 10 150000
    5 stripe 50 650000
    10 stripe 100 1000000

    1 tablet bisa digunakan untuk koagulasi 50 liter susu.
    Contact hilda.yulianita@yahoo.com, terima pengiriman ke seluruh Indonesia

  7. krim dong daftar harganya …. dtunggu ya makasih …

  8. bisa buat topping pizza nggak ya…:)

  9. Bapak, saya baru baca ttg produksi keju di Kec Tanjungsari, apakah ini kec. Tanjungsari yang didekat Jatinangor? kalau boleh apakah saya bisa mendapat contact person yang bisa dihubungi?

  10. Salam pak…
    Sy tertarik dg produksi keju ini, sy boleh minta price list, ongkir jakarta timur, contact person yg bs di hubungi, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s