Theekoning van de Preanger

20071019_153830_bosscha_wince.jpg

Raja Teh Priangan, julukan bagi seorang pekerja keras, dermawan dan briliant dari s-Gravenhage Amsterdam.Seseorang yang memiliki dedikasi tinggi kepada tanah jajahan negaranya. Inilah sebuah pernyataannya saat terpilih menjadi anggota Volksraad pada tahun 1918 “De dageraad is voor Indië aangebroken,
Thans alle handen aan den ploeg ….” (Fajar telah menyinsing untuk kebangkitan indonesia, kini semua tergantung kepada majelis ini).

Dia melakukan banyak gebrakan untuk memajukan kehidupan ekonomi di indonesia, mengelola bebeberapa sektor yang banyak menguntungkan, sebagai partikulir, wakil rakyat , commissaris van vennootschappen en maatschappijen (komisaris ikatan pengusaha), anggota komisi kesejahteraan karyawan, sebagai sesepuh dalam dewan rakyat priangan, pengurus ikatan argobisnis (Landbouwsyndicaat), ketua yayasan agrobisnis Sukabumi, ketua Romanietfabriek, ketua Caoutchoucfabriek, dan ketua Jaarbeurs Bandung. Jabatan lainya, sebagai pegawai “Indië Weerbaar”, Technische Hogeschool (ITB), Sterrewacht (Peneropongan bintang), Hogere Burgerschool (Sekarang SMA 3 dan 5 Bandung), Neutrale School (Bio Farma), Gemeentelijk Ziekenhuis (Rumah Sakit Hasan Sadikin), semuanya di Bandung.

Pemerintah Hindia Belanda memberikan penghargaan atas jasa-jasanya berupa julukan Ridder in de Orde van de Nederlandse Leeuw dan Commandeur in de Orde van Oranje-Nassau

Dialah K.A.R. Bosscha, orang Pangalengan generasi pertama menyebutnya Tuan Bosscha sebagai penghargaan atas jasanya memajukan Pangalengan. Founder Perkebunan Malabar yang terkenal penyantun, sederhana, rendah hati dan tidak membeda-bedakan ras dan kasta.
Bron: Tong-Tong nr. 9, 15 nov. 1962

5 responses to “Theekoning van de Preanger

  1. kang Didien, apa hubungan nya Boscha dg HBS jl belitung ( SMA3 & 5 bdg ) ?

    menyumbang pendirian atau jadi pengurus nya ?

    ternyata ada jejak2 boscha di sekolahan saya baheula , dari HBS (SMA3 bdg ) ke TH ( ITB )

    hebat euy, boscha semua tempat yg dikembangkan nya dulu, jadi berhasil semua, SMA3, itb, gedung merdeka, biofarma, RSHS, peneropongan bintang dll.

    kalau jadi muslim mah, amal jariyah banyak sekali dan terus mengalir,

    maksudnya Boscha, menyumbang pendirian2 lembaga2 tsb atau pernah aktif di sana ?

    btw, foto2 sma3 jaman baheula, ada di blog saya http://hdmessa.multiply.com/photos/album/7

    salam
    HM

  2. @hendra
    bentar kang nya… lieur geuning translate Bahasa Belanda teh… kadang prustasi oge klo ngak ketemu2x artinya…🙂
    oh iya.. just info, ada inteview oma, opa lulusan HBS kang, bahasa belanda oge.
    Akang bisa lihat di http://www.virtueelindie.nl

  3. ooh, nerjemahkan sendiri, hebat euy,
    sekalian saja atuh di perdalam bahasa belanda nya

    siapa tahu nanti di undang oleh lembaga2 belanda utk studi langsung ke sana ( leiden dll ) utk studi ttg pangalengan jaman baheula, oleh putra asli pangalengan he..he.he..

    salam

  4. Ping-balik: Kiriman dari Belanda « Catatan Ide

  5. wadu sejarah pengalengan menarik kang didin..semakin berminat saya menulis sejarahnya…….
    ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s