The Story of Tea 1937

Documentary from 1937 filmed in the small Indonesian West Java town of Malabar. Follows the entire process of tea manufacturing from being grown and harvested in the fields, ground and processed in the factory, and eventually shipped out to countries around the world. Excellent footage of Indonesian men and women working in fields and factories, being paid meager wages by Caucasian superiors, and the inner-workings of a factory. Great shot of an ocean liner passenger sitting in a deckchair relaxing over a cup of tea. Transferred from an original 35mm nitrate print. Footage from this subject is available for licensing from (http://www.youtube.com)

Dokumentasi film di atas dibuat oleh Andre de la Varre yang berjudul “The Story of Tea” tahun 1937, hampir 9 tahun sepeninggal K.A.R Boscha. Andre de la Varre sendiri adalah sorang berkebangsaan Amerika yang berprofesi sebagai pembuat film dokumenter terkenal pada masa nya. lahir di Washington D.C. tahun 1902, Andre de la Varre keluar dari sekolah ketika berusia 17 tahun, dengan membawa sebuah kamera motion picture , dia pergi ke eropa untuk memulai petualangan. Dari membuat travel films sendiri dan kemudian pada tahun 1924 menjadi kameramen Burton Holmes. Awal tahun 1930, de la Varre resign untuk memulai karir sendiri dengan julukan “The Screen Traveler” dengan membuat theatrical pendek independent release untuk dijual ke beberapa setudio terkenal di Hollywood. Pada tahun 1937 dia singgah di Pangalengan untuk mendokumentasikan Perkebunah teh Malabar peninggalan K.A.R Bosscha dengan menggunakan film 35 mm. Filem yang berdurasi sekitar setengah jam ini menceritakan tentang proses pabrikasi teh, mulai dari pembukaan lahan untuk kebun, pemeliharaan pohon teh, pemetikan, processing, hingga pengiriman ke pelabuhan dan pengapalannya di Cirebon menuju kota-kota besar di dunia.

Film dimulai dari preview landscape Pangalengan yang pada saat itu masih hutan belantara, kemudian hutan ditebangi untuk membuka lahan baru, lalu lahan tersebut ditanami pohon teh lengkap dengan pemeliharaannya. disana digambarkan pula proses produksi teh dimulai dari memetik, ditimbang oleh mandor dan hasilnya diangkut dengan pikulan ke pabrik teh. Bila dilihat dari gambar pabriknya bisa dipastikan pabrik terbut merupakan pabrik teh malabar yang sekarang digunakan untuk bangunan sekolah SMPN 2 Pangalengan.

Proses pembuatan teh di pabrik dimulai dengan memasukan teh ke pabrik menggunakan kereta gantung, teh dilayu kemudain digiling menggunakan mesin. Setelah itu teh disangrai pada tunggku pembakaran. hasilnya diayak dan dikemas menggunakan timah dan kotak kayu. Test Qualy Control tidak terlewatkan, digambarkan dengan dua orang bule yang mencicipi teh. Pemberian label di kotak kemasan teh merupakan akhir dari proses ini, kotak diberi label Malabar Tea dan kota tujuan expor teh tersebut diantanya London, New York dan Rio de Jeneiro Brazil

Kesan feodalisme juga tergambar dari film ini, ibu-ibu pemetik teh berjongkok rapih untuk medapat giliran pembagian upah dari seoran bule, dipanggil satu persatu oleh seorang mandor berkumis tebal, bergeser perlahan mendekati pembagi upah dengan terlebih dahulu menyembah sebagai ucapan terima kasih. Pemilik pabrik juga lumayan peduli dengan kesejahteraan karyawannya dengan mengadakan semacam pos yandu untuk memberikan imunisasi kepada anak-anak karyawan.

3 responses to “The Story of Tea 1937

  1. Adh lbr lebaran jln2 srng k’lrga!
    om iraha ath uih k plng deui?
    bd n’ros oge ai omdien krja d mn?
    ~》_noE_《~
    pnteun kank bhsna d singkat2 da ab On-Line d hp!
    punteun pisan!

  2. @aqshun
    insya Allah ka pangalengan deui, kamari pendak sareng mang Aek, tapi teu kantos ngobrol, abdi damel di Jakarta

  3. mas, aku reporter tv one.

    tertarik foto jadul ama film jadulnya,,,
    boleh minta no tlp hp mas untuk tayangan di tv one.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s