Kampanye Caleg, Kampanye anti sinetron

Menjelang PEMILU di indonesia tahun 2009, muncul beberapa isu hangat ditengah publik yang diramaikan dengan istilah “Fatwa Haram golput”  harus dikeluarkan MUI, ditujukan untuk saudara-saudara kita yang tidak akan memberikan hak suaranya di pesta demokrasi nanti. Membaca tulisan saudara Muhammad Ghufron di sini, menurutnya ada 3 macam penyebab golput yaitu Golongan pertma adalah golongan yang merasa diabaikan, Golongan yang kedua adalah orang yang merasa hak hidup secara layak diabaikan, dan Sedangkan golongan yang ketiga adalah golongan yang sudah bosan dengan pemilu yang berulang-ulang.

Sedangkan menurut saudari Dwi Eka dalam tulisannya di warnaislam.com, membahas efek dari golput pada tatanan demokrasi Indonesia, “sia-sialah anggaran negara triliuan rupiah untuk pengadaan moda transportasi anggota KPU, mencetak surat suara, pengadaan kotak suara, iklan di media cetak dan televisi, atau studi banding ke luar negeri bila tak semua warga negara turut mencontreng” yang menurut saya, walapun semau tidak golput pun masih ada kesia-sian anggaran bila merujuk pada golongan ke 3 (golongan yang sudah bosan dengan pemilu yang berulang-ulang), karena system  yang digunakan system lama, tentunya orang-orang yang dihasilkan di DPR nanti adalah manusia yang berkarakter sama dengan system yang sebelumnya. Tentunya tidak akan memberikan perubahan yang terlalu signifikan untuk perubahan negeri ini ke arah yang lebih baik. Saya tidak menafikan kebijakan-kebijakan Anggota Dewan selama ini yang baik. Tapi tetap saja itu dirasa masih kurang.

Dalam hal ini, mohon maaf bila saya tidak dapat memberikan solusi yang lebih tepat untuk masalah ini, karena bukan kapasitas saya di bidang politik, hanya karena system yang sekarang sudah terlanjur dijalankan, isilah aktivitas yang ada dengan hal-hal yang bermanfaat!.

Kampanye adalah salah satu agenda dalam pemilu, daripada mengkampanyeukan janji-janji, program yang belum tentu dilaksanakan, belum tentu sasaran dan tujuannya. Gantilah dengan kampanye anti sinetron misalnya, calon anggota dewan tentunya sudah mengetahui persinetronan di indonesia, tema yang berputar-putar, menyanjikan kekerasan, kebencian, gaya hidup glamour, hanya mengejar jam tayang beserta rating. Sama sekali tidak ada manfaatnya bagi pemirsa tv selain membuang waktu sia-sia. Resiko nya paling dibenci habis-habisan oleh pemilik Production House (PH).

Selain itu wabah yang menjangkiti masyarakat bisa juga dijadikan objek kanpanye para caleg, banyak program-program penyuluhan yang harus disosialisasikan ke masyarakat. Atau tidak ada salahnya memanfaatkan isu global warming dengan mengkampanyeukan buang sampah pada tempatnya, stop pembabatan hutan liar, kampanye tanam sejuta pohon, tidak lupa kampanye anti asap rokok.

Walaupun nantinya tidak terpilih itu lain cerita, toh niatnya sudah baik, mudah-mudahan para calon pemilih lebih objektif dalam menentukan pilihannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s