Ceu Engkom Pun Menangis…

http://actforhumanity.or.id
Tulisan Kang Bayu dari ACT

Hujan mengguyur seluruh wilayah Pangalengan sekitar pukul 14.00 WIB, Jum’at 25 September 2009, termasuk Kampung Cikole, Desa Marga Mukti, Kecamatan Pangalengan. Hujan yang lebat disertai angin membuat tenda-tenda pengungsi tak kuasa menahan terpaan angin. Akibatnya, tenda pun miring kemasukan air. Semua barang di dalam tenda basah, termasuk kasur dan alas tidur para penghuninya.

Salah satu tenda yang seluruh isinya basah kuyup adalah tenda Ceu Engkom. Tenda Ceu Engkom masih satu area dengan lokasi rumah tinggal sementara (temporary shelter) yang tengah dibangun ACT. Ia dan keluarganya basah kuyup, usai hujan mereka sibuk mengangkat kasur dari dalam tenda dan membenahi barang-barang lainnya. Anak-anaknya menyapu genangan air dari dalam tenda, satu keluarga itu berpacu dengan waktu. Padahal hari sudah sore menjelang maghrib, namun belum ada tanda-tanda mereka bisa masuk kembali ke dalam tenda karena kondisi bagian dalam tenda yang masih setengah banjir.

Direktur Eksekutif ACT, Ahyudin yang menyaksikan adegan itu langsung memerintahkan beberapa relawan untuk menyiapkan sebuah shelter yang sudah jadi untuk bisa ditempati oleh para warga yang masih tinggal di tenda. Sementara relawan lainnya memberi tahu beberapa warga di tenda untuk segera pindah ke shelter. Meskipun belum jadi sepenuhnya, namun tak kuasa rasanya melihat para pengungsi yang berada di tenda dalam kondisi basah kuyup kedinginan. “Semula kami berencana menunggu semua shelter jadi, kemudian ada peresmian dan warga mulai menempati. Tapi tak sampai hati kami melihat kondisi mereka, jadi tak perlu menunggu semua shelter selesai, tempati saja yang sudah jadi,” ujar Ahyudin.

Ceu Engkom pun tak kuasa menahan tangisnya, sambil menenteng kasur ia tak henti menangis terus berjalan menuju shelter yang sudah disediakan. Beberapa relawan yang membantu memindahkan barang-barang milik keluarga Ceu Engkom terharu melihat air mata berlinang dari sudut mata perempuan setengah baya itu. “Kenapa Ceu?” tanya seorang relawan. Pertanyaan itu tak terjawab dengan kata-kata, Ceu Engkom benar-benar tak bisa berkata apapun karena ia sangat terharu dan bahagia karena akhirnya bisa mendapat tempat yang lebih layak, setelah lebih dua pekan tidur di tenda kepanasan dan kedinginan.

Berkali-kali ia menutupi wajahnya karena tak kuasa membendung air mata yang terus mengalir. Ia tak mampu menyembunyikan perasaan bahagianya, rumah tinggal sementara yang dibangun ACT adalah awal kehidupan baru bagi ia dan keluarganya pasca gempa yang menghancurkan rumahnya tanggal 2 September 2009 lalu. “Senang pak… sudah saya mah tidak bisa banyak bicara, pokoknya senang, bahagia… terima kasih sama ACT…,” akhirnya Ceu Engkom buka suara juga.

Tentu saja bukan hanya Ceu Engkom, warga lainnya pun tak kuasa menahan haru, mereka tak sanggup mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata.Mereka hanya bisa menangis setelah mendapat tempat tinggal yang lebih layak dari sekadar tenda. “berhari-hari kami sekeluarga tinggal di kandang sapi, hari ini kami bahagia… nggak perlu lagi menahan bau kotoran sapi,” kata seorang pengungsi yang ikut pindah ke shelter.

ACT masih terus membangun temporary shelter di Kampung Cikole, Desa Marga Mukti, Kecamatan Pangalengan, Bandung. ACT terus berkomitmen membangun sebanyak-banyaknya bangunan sementara itu di berbagai titik bencana berkat dukungan penuh para donatur. Bahkan bukan hanya di Pangalengan, rumah tinggal sementara ini pun tengah direncanakan dibangun di wilayah lain, termasuk Pameungpeuk, Garut. Semoga ikhtiar ini mendapat ridha dari Allah, sekaligus dukungan tak henti dari para penyemat kepedulian. Insya Allah. (Gaw)

Bayu Gawtama
Life-Sharer
http://solifecenter.com
0852 190 68581

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s