Prolog :
Setelah saya posting tulisan mengenai Ternak Kelinci, cukup banyak respon yang didapat dari pembaca blog ini, dari sekian banyak pertanyaan, ada sebagian tidak bisa dijawab, karena selain sudah lama tidak beternak kelinci, saya juga tidak tahu perkembangan perkelincian akhir-akhir ini. Untuk menutupi hal itu berikut saya posting sebuah artikel dari Harian Sinar Harapan tahun 2002, mudah-mudahan dapat melengkapi khazanah perkelincian di Indonesia.
Antara Hobi dan Bisnis
Ternak Kelinci
Bisa Menghasilkan Devisa
JAKARTA – Tak ada yang tahu sejak kapan kelinci mulai diternakkan. Konon, di Afrika beberapa abad yang lalu disebut sebagai yang pertama kali dimulainya pemanfaatan kelinci sebagai hewan peliharaan. Kemudian terus berkembang ke kawasan Mediterania sekitar 1.000 tahun yang lalu. Dari hasil peternakan di Mediterania itulah kelinci kemudian mulai menyebar ke daratan Eropa. Kemudian setelah bangsa Eropa memutuskan bermigrasi ke berbagai benua baru yang ditemukan, maka hewan kelinci turut menyebar ke berbagai pelosok dunia. Termasuk di dalamnya penyebaran ke Benua Amerika, Australia dan Asia.
Di Indonesia sendiri khususnya di Jawa, kelinci konon dibawa oleh orang-orang Belanda sebagai ternak hias mulai sekitar tahun 1835. Keberadaan kelinci di Indonesia sempat tidak jelas sejak kedatangan Jepang tahun 1942. Kemudian berlanjut dengan zaman revolusi kemerdekaan sampai tahun 1950-an. Catatan yang ada hanya menjelaskan tentang keberadaan kelinci yang tidak punah pada zaman itu karena ternyata banyak dikembangbiakkan oleh para peternak di daerah pegunungan yang relatif aman dari pertempuran.
Selanjutnya baru pada tahun 1980-an pemeliharaan kelinci sebagai sumber daging mulai digalakkan pemerintah dengan tujuan pemenuhan peningkatan gizi masyarakat. Namun pola pengembangan tersebut tidaklah berjalan mulus. Hal tersebut terjadi karena hanya sebagian kecil peternak kelinci yang bertujuan untuk berdagang dan sisanya hanya untuk kesenangan saja.
Sebenarnya kelinci-kelinci sendiri terdiri dari berbagai macam ras dan jenisnya. Ada ras Alaska yang berasal dari Jerman. Kemudian ras Angora yang sebenarnya berasal-usul kurang jelas. Menurut ceritanya, ras Angora ini pertama kali ditemukan oleh pelaut Inggris yang kemudian membawanya ke wilayah Prancis sekitar tahun 1723.
Jenis ras yang lain adalah American Chincilla yang kemudian dibedakan lagi atas tiga tipe, yaitu tipe standar, besar dan giant alias raksasa. Khusus untuk yang bertipe giant ini bila dewasa bisa berbobot mencapai 6-7 kg.
Sedangkan jenis ras Champagne d’ Argent, yang asli berasal dari Prancis, mempunyai ciri-ciri bulunya berwarna putih perak. Atau jenis ras yang lain seperti Carolina yang merupakan persilangan antara kelinci spesies New Zealand white dan New Zealand red. Ras Caroline ini sangat terkenal di Eropa sebagai kelinci penghasil daging.
Ada lagi jenis ras Dutch yang terkenal di seluruh dunia sebagai jenis kelinci peliharaan. Warna bulunya khas, kerena mempunyai bulu melingkar seperti pelana berwarna putih dari pinggang terus ke leher sampai ke kaki bagian depan. Sebenarnya banyak lagi jenis ras kelinci yang lain, seperti ras Himalayan, Flemish giant, Havana, Lop yang berciri khas mempunyai kuping yang terkulai ke bawah, Polish, Rex, Satin, Silver, Simonoire, Siamese Sable dan banyak lagi yang lain lengkap dengan ciri khas masing-masing.
Di Indonesia sendiri sebenarnya ada jenis kelinci lokal tersendiri. Tapi dimungkinkan jenis kelinci lokal yang ada di Indonesia adalah jenis kelinci berketurunan ras Dutch. Ras ini dikenal sebagai ras asli dari Negeri Belanda, jadi mungkin saja dahulu orang-orang Belanda yang bermigrasi ke Indonesia sempat membawa kelinci ini dari kampung halamannya dan mengembangbiakkannya di sini.
Ras kelinci Dutch ini punya ciri bentuk tubuh yang kerdil, sehingga lazim disebut kelinci mini, merupakan kelinci terkecil di dunia. Biasanya jenis ini dipelihara hanya untuk hiasan dan cocok untuk mainan anak-anak. Dengan bentuk tubuh pendek, kepala agak bulat, bentuk telinga tegak dan mempunyai panjang hanya sekitar lima sentimeter. Biasanya kelinci ini berbulu sangat bagus dan berwarna putih. Sedangkan ciri lainnya mempunyai mata berwarna merah.

Kelinci dalam kandang sebagai ternak untuk dipanen daging dan bulunya.
Memilih dan Memelihara
Sebelum memutuskan untuk memelihara kelinci, ada baiknya kita mengetahui dahulu bagaimana kiat-kiat memilih kelinci yang baik. Bagaimana cara membuat dan mengurus kandang serta bagaimana cara memilih makanannya.
Memilih bibit kelinci yang baik sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Biasanya kelinci yang sehat memiliki sifat yang lincah dan aktif, gerakannya energik dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umum biasanya bibit kelinci yang baik memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut; pertama memiliki kepala yang sesuai dengan ukuran badan.
Kelinci yang baik bila bertubuh panjang membutuhkan tipe kepala yang panjang pula. Kelinci berbadan besar dan lebar membutuhkan kepala yang besar juga dan begitu pula jenis kelinci bertubuh kecil yang baik adalah yang memiliki jenis kepala kecil juga.
Tipe kepala yang seimbang dan kompak sangat sesuai untuk hampir semua tipe ras kelinci, seperti Dutch, Havana, Standard Chincilla, Lilac dan ras kelinci lainnya.
Kelinci yang sehat juga biasanya bermata bulat bercahaya, selaput matanya bersih, mempunyai pandangan yang cerah dan jernih. Bila pandangan matanya layu dan kurang jernih, itu menandakan kelinci tersebut sedang sakit atau kurang baik kondisi fisiknya.
Lihat juga bagian hidung, moncong dan mulutnya apakah dalam keadaan bersih. Kelinci yang hidungnya basah dan lembab kemungkinan terserang pilek.
Selain bentukan kepala dan wajah bibit kelinci yang baik juga haruslah berkaki normal. Cirinya kuat, kokoh dan berkuku pendek. Lebih baik bila kakinya tidak bengkok atau cacat. Kaki yang cacat berbentuk seperi huruf O atau X, sedangkan kaki yang baik cirinya lurus dan sempurna.
Ciri lainnya adalah berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singset. Kondisi seperti ini menunjukkan keadaan fisik yang prima dan bertenaga kuat. Bentuk badan yang kuat juga mencerminkan jumlah daging yang banyak. Sedangkan tambahan referensi lain tentang kelinci yang sehat adalah biasanya berkulit licin dan tidak berasa benjol-benjol bila diraba. Berbulu bersih, licin, halus, mengkilat dan rata. Berdubur bersih, kering dan tidak terdapat tanda-tanda kotoran bekas mencret.
Juga lihat ekornya. Bila terlihat ekornya kecil, tumbuh lurus ke atas dan tampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring atau rebah ke samping/terpuntir berarti memang benar kelinci itu bagus adanya. Dan sebaliknya bila ekor tidak lurus ke atas berarti kelinci tersebut cacat.
Cara Mengangkat
Dalam memelihara kelinci perhatikan juga cara mengangkatnya. Hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlakuan yang salah bisa menimbulkan hal-hal yang merugikan seperti cacat permanen dan rusaknya peredaran darah. Kebanyakan orang mengangkat kelinci dengan memegang kedua telinganya.
Memang cara ini paling mudah tapi sebenarnya keliru adanya. Telinga kelinci sangat sensitif dan tidak kuat menahan bobot tubuhnya sendiri. Kalau cara ini dilakukan, otot dan saraf telinga akan rusak. Kerusakan akan lebih parah lagi kalau kelinci yang diangkat meronta-ronta. Posisi kepala akan menjadi miring sehingga kelinci akan cacat seumur hidupnya.
Untuk mengangkat kelinci besar, pegang kulit tengkuk atau punggung dengan salah satu tangan. Begitu terangkat, tangan yang satu digunakan untuk mendukung bagian pantat. Kerjakan pengangkatan itu dengan tenang dan penuh kasih sayang. Sedangkan untuk kelinci yang masih kecil proses pengangkatan dapat dimulai dengan memegang bagian sebelah depan kaki belakang melalui punggung, dan proses selanjutnya sama dengan kelinci dewasa.
Sedangkan masalah kandang untuk kelinci tidaklah terlalu sulit dicari. Sebab kelinci mudah sekali beradaptasi terhadap berbagai bentuk kandang yang disediakan, asalkan kondisinya memenuhi persyaratan kesehatan dan kebutuhan hidup kelinci tersebut.
Apa pun bentuk dan ukuran kandang, asalkan berlokasi baik yang ditandai dengan cukupnya sinar matahari yang masuk menjadi hal pertama yang harus diperhatikan. Hal lainya adalah bersuhu sejuk, memiliki ventilasi sempurna, tempatnya kering, lingkungan tenang dan tak jauh dari rumah.
Lantai kandang dapat dibuat dari kawat, bambu dan kayu atau tanah. Bila memilih lantai dari kawat, ada sebagian yang terbuat dari lembaran papan. Lantai kawat sangat melelahkan otot-otot kaki kelinci. Karena itu, adanya lembaran papan dapat digunakan kelinci untuk beristirahat.
Kandang yang baik haruslah juga memenuhi kebutuhan sarana berupa kotak sangkar, tempat makanan, tempat minum dan perlengkapan lain. Kandang bisa saja di dalam ruangan atau di luar ruangan, terserah kemauan pemiliknya dan tujuan pemeliharannya.
Pangan
Kelinci yang hidup di alam bebas tidak terlalu sulit untuk mengurusi makannya. Selama di tanah masih ada hijauan dan bisa ditumbuhi rumput, biji-bijian dan umbi-umbian, kelinci masih dapat hidup. Sedangkan kelinci yang diternakkan hidupnya terbatas di sekeliling kandang saja. Kelangsungan hidupnya sangat ditentukan oleh perhatian dan perawatan peternaknya. Jenis, jumlah dan mutu makanan yang diberikan sangat menentukan pertumbuhan, kesehatan dan perkembangbiakannya.
Makanan kelinci yang baik adalah yang terdiri dari sayuran hijau, jerami, biji-bijian, umbi dan konsentrat. Makanan hijau yang diberikan antara lain semacam rumput lapangan, limbah sayuran seperti kangkung dan wortel, daun pepaya, daun talas dan lain-lain. Sayuran hijau yang akan diberikan pada kelinci ini kalau bisa telah dilayukan dan jangan dalam keadaan segar. Proses pelayuan selain untuk mempertinggi kadar serat kasar, juga untuk menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau mencret.
Bentuk makanan lain bisa juga berupa jerami atau rumput awetan yang dipotong menjelang berbunga. Rumput ini dikeringkan secara bertahap sehingga kandungan gizinya tak rusak. Bisa juga berbentuk biji-bijian yang berfungsi sebagai makanan penguat. Sedangkan untuk makanan jenis umbi-umbian seperti ubi jalar, singkong dan lainnya dapat diberikan kepada kelinci sebagai makanan tambahan.
Konsentrat juga diperlukan dalam tambahan makanan kelinci. Berfungsi untuk meningkatkan nilai gizi yang diberikan dan mempermudah penyediaan makanan. Konsentrat sebagai ransum diberikan sebagai makanan tambahan penguat, kalau makanan pokoknya sayuran hijau. Konsentrat untuk makanan kelinci dapat berupa pellet (makanan buatan dari pabrik), bekatul, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, ampas tahu atau gaplek.
Potensi Kelinci
Potensi kelinci sebenarnya masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Bukan hanya sebagai penghasil daging, melainkan juga sebagai penghasil bulu, fur (kulit dan bulu) atau sebagai ternak hias.
Menurut informasi dari BLPP Ciawi, Bogor, pasar komoditas kulit bulu kelinci semakin meningkat. Peningkatan terjadi karena santernya kritik yang dilontarkan para pecinta alam dan lingkungan seperti Green Peace terhadap perburuan dan pembantaian satwa liar.
Sebelumnya, bulu untuk pembuatan jaket dan aksesorinya di negara-negara beriklim dingin umumnya menggunakan kulit beruang hasil buruan. Dengan santernya kritik tersebut para produsen jaket kulit lantas berusaha melirik bahan baku lain. Dan kelinci dianggap sebagai salah satu ternak yang bisa menggantikan kebutuhan bulu untuk jaket.
Ada baiknya tujuan pemeliharaan kelinci digunakan untuk diambil kulit bulunya dan bukan dagingnya. Beternak kelinci Rex atau Angora bisa mengahasilkan daging seberat 1,5 kg/ekor. Harga daging kelinci bisa mencapai US$ 1 hingga US$ 1,5 per kilogramnya di AS. Tapi nilai daging tersebut sangat kecil dibandingkan harga kulit kelinci yang bisa laku sampai US$ 8 – 15 perlembar. Setelah disamak harga kulit bulu kelinci bisa mencapai US$ 18 perlembarnya.
Kulit bulu kelinci bisa dipakai sebagai bahan pakaian berbulu, jaket, selendang, tas, dompet, boneka. Satu mantel eksklusif terbuat dari 20-30 lembar kulit kelinci harganya bisa mencapai US$ 3.000. Pasar kulit bulu ini mencakup daratan Eropa, Rusia, Amerika dan Asia Utara. Produsen kulit bulu kelinci antara lain Hong Kong, Taiwan, Jepang dan Korea Selatan.
Tapi kenyataan yang ada sekarang, potensi tersebut belumlah didayagunakan secara maksimal. Banyak peminat pemelihara kelinci hanya memanfaatkan kelinci sebagai bahan penghibur saja. Padahal bila mau diseriuskan bukan tidak mungkin bisa menjadi sumber penghasilan juga adanya.
(Sulung Prasetyo S.)
Copyright © Sinar Harapan 2002






124 tanggapan so far ↓
Dhoni Setiawan // 28 Oktober 2007 pada 3:58 am |
Mas Sulung,
Bisa kirimin saya E-mail tentang cara2 pemasaran kelincinya (Details)
Ke E-mail saya (dhonistw@gmail.com)
dian // 21 November 2007 pada 2:41 am |
bisa saya bantu
dian // 21 November 2007 pada 2:43 am |
saya punya bisnis breeding dan pengemasan daging kelinci,
minat berbagi ilmu
contact saya . dian_potongers@yahoo.com
ben // 23 November 2007 pada 5:15 am |
gratis nga ilmu nya nih dian. aku mau dong. apalagi klo daging nya bisa diolah menjadi abon atau yang lainnya
Tazwacky // 19 Desember 2007 pada 4:08 am |
mengenai kandang kelinci yang ideal itu ukuranya berapa? (panjang lebar tinggi) untuk ukuran kelinci jenis flam.
jerry // 30 Desember 2007 pada 2:53 am |
tolong info lengkapnya donk. misalnya model atau bentuk kandang, harga untuk masing2 jenis kelinci yang ada di indonesia, dan lain-lain. karena saya mau usaha ternak kelinci di kalimantan. tq sebelumnya.
Sugeng // 13 Januari 2008 pada 12:16 pm |
Mohon info dimana tempat pembelain bibit kelinci yang murah dan berkualitas. Saya ada di Jogja.
Terimakasih
Johannes // 17 Januari 2008 pada 3:41 pm |
Rasanya artikel di atas anda kutip dari buku beternak kelinci (maaf, saya lupa judul bukunya). Apakah anda pengarangnya, atau mengutip?
omdien // 18 Januari 2008 pada 1:40 am |
@Johanes
Mungkin juga, artikel di atas saya kutip dari situs Harian Sinar Harapan, klo benar ada buku nya bagus tuh, jadi pengen baca, ada yang punya ?
Yogi // 18 Januari 2008 pada 10:13 am |
Selamat sore,
Saya berminat membuka peternakan kelinci potong kecil-kecilan di pulau batam, mohon diinformasikan di mana saya bisa mendapatkan indukan yang kualitas dan harganya bagus, dan bagaimana prosedur pengiriman kelinci ke luar pulau?
bono // 24 Januari 2008 pada 2:47 am |
mohon info dimana saya bisa membeli bibit kelinci yang baik di jakarta.
Ahmad Nursalam // 21 Februari 2008 pada 9:57 am |
saya pun tertarik memelihara kelinci saya pernah baca di harian Mitra bisnis Jawa Barat katanya ada peternakan kelinci yang sudah mapan di daerah Lembang Bandung
rangga // 22 Februari 2008 pada 3:19 am |
saya menjual bibit dari berbagai jenis kelinci.. ada yang berminat silakan hub email saya di ranggadika_1935@yahoo.com
cokroaminoto // 28 Februari 2008 pada 3:09 am |
tolong donk untuk vaksinasi / obat pas lagi mencret atau borokan untuk kelinci judulnya apa omdien? biar kita tau lebih lanjut
tohir // 1 Maret 2008 pada 5:18 am |
sya sangat berminat ternak kelinci, tapi sya masih susah cari indukan yg bagus2, tolong donk sya minta infonya dimana saya bisa mendapatkannya?
tohir // 1 Maret 2008 pada 5:21 am |
klo ada hubungi sya ke joesuhu@yahoo.com hp 081350673366, 08195595546
Wijianto // 4 Maret 2008 pada 10:02 am |
Salam Kenal Mas Sulung
Saya rasanya kepengen bangun untuk berternak kelinci, saya kepengen tau persis berapa luas tanah yg dipakai utk berternak kelinci, uk. kandang per kotaknya, jenis kelinci yang bisa mengasilkan keuntungan. Yang utama adalah bagaimana cara utk pemasaran kelinci yang diambil daging maupun bulunya. tlg mas krm dong ke email saya.
David // 7 Maret 2008 pada 12:18 pm |
Saya berniat membuka peternakan kelinci di Medan. Minta tolong info harga kelinci indukan pedaging dari para senior peternak. mohon infonya di Davidkeithkho1@yahoo.com. thanks
Linda // 20 Maret 2008 pada 12:49 pm |
Saya berminat untuk bikin kreasi dr. kulit kelinci, khususnya yg jenis Rex/Satin. Bisa minta info ttg harga, jmh beli, dan lama produksi ?
saya tunggu di kabar di linda.rooroh@gmail.com
Tks
Torry Parantoro // 22 Maret 2008 pada 10:13 am |
Mohon bantuannya dong para sodara2 yang udah lama main kelinci…. Saya di Magelang, berminat beli bibit yang bagus dimana ya ? jenis apa baiknya ? Vlaam ? Gimana pemasaran hasil dari breeding ? Berapa harga bibit yang kualitas bagus untuk 1 paket terdiri atas 1 pejantan & 5 betina siap kawin ? Pls hub saya di 081328516999
Torry Parantoro // 22 Maret 2008 pada 10:15 am |
infonya bisa disampaikan ke hardini1956@yahoo.com. Thanx atas perhatian sodara2 peternak kelinci.
Torry Parantoro // 22 Maret 2008 pada 10:17 am |
Jenis bibit kelinci apa yang paling memberikan keuntungan terbesar dan banyak dicari pembeli hasil ternak ?
hadi hombreng // 23 Maret 2008 pada 6:14 pm |
Selama ini kalau saya lihat KELINCI hanya didominasi daerah jogja, magelang, malang, bandung, dan daerah pegunungan lainnnya. Apakah kelinci juga cocok diternakKan di Surabaya. Saya ingin buka peternakan disurabaya apakah menguntungkan,bagaimana cara memulainya mohon solusi dari mas-masNya ato Mbaknya..hadi_hombr@yahoo.com
Torry // 27 Maret 2008 pada 12:36 pm |
Boss, saya sudah nyari2 info, kayaknya saya cenderung memilih jenis NZ White untuk memulai ternak kelinci di Magelang. Mohon diberikan masukan :
- Berapa set (@ 1 pejantan dan 5 betina) bagusnya untuk memulai supaya segera mendapatkan hasil maksimal?
- Bagaimana cara pemasarannya… Apakah ada pihak pembeli yang mau datang ke lokasi saya di Magelang untuk membeli dan mengangkutnya ?
Nurhasim // 30 Maret 2008 pada 8:29 am |
Assalamualaikum,
Saya sedang belajar tentan g kulit kelinci dan prospek bisnisnya, saya yakin ini bisa jadi salah satu solusi pengangguran yg makin banyak tolong donk kalo ada yg tau , jika nggak keberatan please email juga langsung ke saya. sebelumnya thkans banyak.
johan // 1 April 2008 pada 4:49 am |
untuk m’mulai peternakan kelinci btuh modal berapa yaw???ya kecil-kecilan dulu,truz tlg informasi harga bibit kelinci rex n anggora,kalo di jogja carinya dimana? truz memulai pemasaran buat bulu kelinci itu gimana?tolong jawab ke email…makasih…(joan_raman@yahoo.com)
edi // 2 April 2008 pada 10:18 am |
Assalamualaikum
saya orang sukabumi mohon info air kencing kelinci katanya bisa buat pestisida apa betul?apa ada pemasaran khusus untuk hal itu ?mohon informasi juga mengenai harga pasaran kelinci hias dan kelinci biasa
agus santoso // 7 April 2008 pada 3:20 am |
mohon dapat dimail pula ke saya tentang budi daya kelinci, pengolahan pasca panen, dan dimana tempat menjual daging dan kulit kelinci dalam skala besar, terima kasih.
Aziz Zubair // 22 April 2008 pada 8:29 am |
Mohon Infonya, Sy tertarik beternak kelinci didaerah cilacap, mohon info dimana sy bisa dptkan bibit brapa harganya ? Tks.
yanto // 29 April 2008 pada 3:50 am |
tolong informasinya dimana saya dapatkan bibit dan bagaimana memulai bisnisnya ?
bowo // 3 Mei 2008 pada 3:08 pm |
pak saya minta info tempat pembelian induk rex dan pemasarannya baik bulu maupun daging.saya di jogja tolong info dikirim ke bowoszz_sazax@yahoo.com
jihad aryo penangsang // 5 Mei 2008 pada 11:10 am |
saya tertarik untuk menekuni ternak kelinci, mohon informasi mengenai pengembangbiakan dan pemasarannya, terimakasih
eko // 9 Mei 2008 pada 2:51 am |
saya pengemar baru…
mo tanya klo klnci pilek dksih pa ya….
sudah tak vaksin pkai pinicilin + B komplek, eh masih bandel jg….
saya baru beli fuzzy loop spasang umurnya masih d bawah 2 bulanan(10maret+17maret) tapi yg geloop penuh cmn bagian kri ja yg knan kdang mau kdang tenggak..
untuk jnis ni umur brpa bsa ngeloop total…
natur nuwun..
hendri // 13 Mei 2008 pada 3:27 am |
as, mbak dian…saya tidak tahu banyak tentang kelinci..tapi saya sudah mulai tertarik dan sudah mulai membuat peternakan kecil- kecilan…mohon kerja samanya…HP: 08998527848…terimakasih sebelumnya
hendri // 13 Mei 2008 pada 3:36 am |
Ass,…saya dengar air seni kelinci bisa digunakan untuk pestisida organik…apa ada yang bisa memberi tahu saya dimana tempat pengolahannya?
MIN2 // 13 Mei 2008 pada 5:55 am |
GMANA PENGOLAHAN AIR KENCING KELINCI???? TOLNG DONG…PLEASEEE BGT
ben // 15 Mei 2008 pada 8:34 am |
bung,,saya pengen info tentang pemasaran kelinci nih..
saat ini saya dan team punya cukup persediaan kelinci usia 1-2 bln.
domisili jakarta.
trims.
ben // 15 Mei 2008 pada 8:36 am |
oia untuk yang mau biourine dan pupuk dari kotoran klinci jg tolong kasih info nya y.
teguh // 18 Mei 2008 pada 2:28 pm |
Saya mohon infonya donk!!! kelinci bisa diolah jadi produk apa saja ya?klo pemasaran produknya yang baik bagaimana?trus cari bibit yang bagus dimana? saya ada di surabaya. Trima kasih
jaja // 19 Mei 2008 pada 4:01 am |
asslm
saya jaja dr bandung mau tanya bagaimana kiat2 memelihara kelinci supaya perkenbang biakanya cepat.
imam sholikin // 30 Mei 2008 pada 2:39 am |
saya ingin bergabung, gimana caranya soalnya saya punya ternak kelinci yang tidak sedikit jumlahnya, terima kasih
abingrijadi // 30 Mei 2008 pada 7:41 am |
kondisi cuaca ideal buat tumbuhnya kelinci yang terbaik
zulhendra // 10 Juni 2008 pada 1:14 pm |
Saya berkeinginan untuk beternak kelinci di daerah saya Bukittinggi-Sumatera barat. Beriklim sejuk yang masih jarang orang yang beternak kelinci. saya ingin tahu cara-caranya beternak dan cara mendapatkan bibitnya.
Afianto // 24 Juni 2008 pada 6:32 am |
informasikan dong cara berternak kelinci yang baik
wenda // 24 Juni 2008 pada 2:48 pm |
artikel anda sangat membantu saya untuk memelihara kelinci dgn baik krn itu hobi saya. trims
wenda // 24 Juni 2008 pada 2:51 pm |
artikel anda sangat membantu saya utk memelihara kelinci dgn baik karna itu hobbi saya. saya baru tahu kelinci juga harus di kasih minum ya…? bagaimana cara memelihara anak2 kelinci dgn baik mohon balasannya trims
Faisal // 27 Juni 2008 pada 12:45 pm |
salam kenal untuk semuanya saya pendatang baru dan pengen gabung dengan rekan-rekan yang ada disini, saya peternak kelinci berlokasi di bukittinggi sumbar, silakan yang mau kontak saya di Falerina@plasa.com atau di 081363116977. makasih
KUCIL // 13 Juli 2008 pada 11:40 am |
Klinci memang harus selalu diberi air minum bersih dan diganti baru setiap hari… Rata2 klinci perlu minum 1/2 gelas/hari… Pengolahan urine klinci : kumpulkan dalam jeriken 35 liter sampai hampir penuh, lalu campurkan cairan EM-4 dan Molase/air gula putih/airgula merah masing2 50cc, aduk2lah dalam jeriken sampai rata, lalu tutup rapat jeriken, biarkan seminggu… Jika bau pesing amoniak sudah hilang, berganti dengan bau wine/tape itu tandanya urin sudah menjadi kompos cair… Pemakaiannya tinggal campurkan dengan air (kompos 1 bagian : air 10 bagian), kocorkan pada tanaman di pot, atau tanah disekitar perakaran tanaman…
KUCIL // 13 Juli 2008 pada 11:44 am |
Sebenarnya kegunaan EM-4 untuk klinci kita sangat banyak :
1)untuk sanitasi : larutkan EM dengan air (1:100) lalu semprotkan dengan handsprayer ke lantai, dinding kandang, dan alas/penampung kotoran klinci, seminggu 1 atau 2 x.. dijamin bau2 kurang sedap akan jauh berkurang.. dan jika terjilat oleh Klinci, tidak berbahaya sama sekali
KUCIL // 13 Juli 2008 pada 11:47 am |
2) untuk melancarkan proses fermentasi dalam pencernaan klinci : campurkan EM-4 dalam air minum klinci (1:100), dan semprotkan larutan EM-4/air (1:100) pada pakan yang mau diberikan (wortel, rumput segar, daun brokoli, ampas tahu campur bekatul, dll)… maka dijamin kotoran klinci baik yang cair / padat TIDAK BERBAU SAMA SEKALI….
KUCIL // 13 Juli 2008 pada 11:52 am |
Untuk Mas Bowo yang nyari indukan Rex yang terjamin keasliannya, bisa menghubungi Mbak Illa di Sumowono-Ungaran, kolektor Rex yang saat ini jumlahnya sekitar 70 ekor bermacam corak/warna bulu… Atau bisa juga menghungi Puslitbangnak Bogor atau Dr. Kelly/Pak Sabar di Bandung… Untuk info lebih jauh bisa kontak saya (Torry) di 081328516999
Ary Andromeda // 14 Juli 2008 pada 4:31 pm |
Mohon bantuan informasi pasar yang menguntungkan untuk peternak kelinci dan informasi pengolahan bulu, kulit dan daging kelinci. Kelinci saya dari berbagai jenis lokal, blaster, hias dan pedaging sudah berkembang menjadi lebih dari 100 ekor.
0818 868 727
KUCIL // 21 Juli 2008 pada 5:59 am |
Mungkin itu gunanya kalo ada semacam Indonesian Rabbit Breeder Association atau semacamnya… jadi sesama anggota bisa saling mendukung untuk memperkuat upaya pemasaran klinci dan produk kelinci : daging, kulit, kotoran…. Kalo selama ini yang kudengar ada beberapa peternak/breeder yang mengekspor klinci ke negara2 Arab tapi kita gak tau gimana persisnya…
Dedy Suwardi // 22 Juli 2008 pada 12:23 pm |
Sorry alamat E-mailnya terbalik
tri // 4 Agustus 2008 pada 5:50 am |
tolong dong info selengkapnya tentang beternak kelinci, dan jenis-jenisnya apa yang paling menguntungkan utk berternak kelinci, dan saya juga setuju jika dibuat perkumpulan untuk berternak kelinci sehingga bs saling membantu dan cara -pemasarannya, dan mengatasi kesulitan jika ada masalah penyakit kelinci.
Priatna // 7 Agustus 2008 pada 7:49 am |
pa saya baru merintis usaha ternak kelinci. bisa kasih tips penjualannya supaya bisa lebih luas.
kalau bisa kirim ke alamat email saya.
terima kasih.
Priatna // 7 Agustus 2008 pada 7:55 am |
pa kalo mau beli anak kelinci umur 25 hari, tolong kontak saya di 085766038554 atau email saya (itang_cm@yahoo.com)
joe // 9 Agustus 2008 pada 3:14 am |
bsa minta tolong ga info tentang peternakan kelinci yang ada di wilayah eks karasidenan banyumas
eko // 9 Agustus 2008 pada 11:21 am |
makanan yang paling bagus buat kelinci apa aja yah, minta info nya dong. dan bahaya nggak buat kesehatan
tio // 11 Agustus 2008 pada 8:37 am |
wah…bagus juga nih om dien pemikirannya, coba…da sejuta orang kayak om tambah maju dah negeri ini…oya om ku juga lg ternak kelinci nih bagi yang berminat bisa pesen ketempatku di purbalingga http://optimisagri.wordpress.com
Tati // 15 Agustus 2008 pada 1:47 am |
Saya juga pengen beternak kelinci, yah kecil2an sesuai modal saya. Keinginan yang sudah lama saya pendam dan ingin saya wujudkan secepatnya. Tolong bantu saya yang sangat nol soal beternak kelinci ini. Dimana saya bisa mendapatkan bibit yang bagus dan juga bantuan cara pemeliharaan kelinci. thx infonya
Tati // 15 Agustus 2008 pada 1:49 am |
soryy, alamat email saya adalah salina_55000@yahoo.com
Tati // 15 Agustus 2008 pada 1:51 am |
oh ya ada yang tertinggal lagi, saya berada di Tarakan, Kaltim dan ingin mengembangkan usaha disini
Tatang // 20 Agustus 2008 pada 9:05 am |
Pa boleh share soal penyakit kelinci di musim hujan, kelinci saya mati banyak hampir bersamaan dengan kondisi perut membesar. Tinjanya encer dan tidak selera makan,
Dan pemasaran untuk kelinci pedaging di bandung kemana ya pa?
terima kasih, (itang_cm@yahoo.com)
manti // 22 Agustus 2008 pada 4:58 am |
Saya kesulitan untuk membuat pakan kelinci,Tolong saya diberi informasi bagaimana cara membuat pakan kelinci, dan dimana saya dapat membeli indukan untuk memulai ternak kelinci ini.
fathu // 22 Agustus 2008 pada 6:48 am |
tolong saya kirimi cara berternak kelinci dengan baik..mulai dari nol..harga jenis2 kelinci..bgmna ciri klinci bunting..
saya dibantul…
trus bgmn cara pemasarannya terima kasih..
bisa lewat email ku fathu23@yahoo.com
ARIF // 27 Agustus 2008 pada 6:35 am |
saya tertarik budidaya kelinci, mohon cara ternak, kandangnya, jenisnya, siap di konsumsi serta pemasarannya. saya tunggu Infonya saya di kota Kediri. trims
Imam setiyo // 28 Agustus 2008 pada 5:26 am |
Wow…ternyata dunia kelinci cukup ramai dan mengiurkan untuk dikelola. Bagaimana para aktivis pengisi pembangunan menangkap peluang ini sebagai alat untuk meningkatkan gizi masyarakat. Saya sedang belajar kembangkan kelinci di desa, Tetap smagat!
radityo // 14 September 2008 pada 4:53 pm |
saya penggemar kerapan kelinci di madura,tapi sampai saat ini saya dan teman2 masih bingung mencari bibit untuk kelinci balap klw ada yg tau tolong info nya tentang jenis2 kelinci yg memiliki kecepan lari paling maksimal,untuk sementara ini jenis kelinci yg paling populer untuk aduan sebatas kelinci lokaldan australian silang anggora hub di kurniawan_radityo@yahoo.com (08175071561)
KOKO dari Pondok Kelinci Semarang // 16 September 2008 pada 10:30 am |
buat manti :
Dulu kami juga kesulitan bikin pakan kelinci. Tadinya kami coba meramu antara bekatul plus pelet dan rajangan sayur dilarutkan air. Tapi setelah di itung-itung kok boros, karena tiap hari harus sedia 5 kg katul plus 1 kg pelet dan 1 kg sayur untuk 25-30 kelinci. trus kami temukan formulasi baru dengan ampas tahu. 6 kg ampas plus 500 gr katul dan 150 gr pelet plus 750 gr air. Komposisi ini irit krn harga ampas tahu 50 kg hanya Rp10.000 bisa buat 5-6 hari dengan cara dipress. Pelet dapat dicari di petshop. di jamin deh gizinya baik dan kelinci cepet gemuk dan gede
Aris Angara // 22 September 2008 pada 4:51 am |
Mas apa yang di maksud dengan EM4 dan komposisinya apa saja.
ian // 25 September 2008 pada 2:35 am |
saya ingin tau cuaca yg cocok untuk ternak kelinci kisaran brp c? panas atau dingin
IRVAN // 28 September 2008 pada 2:55 am |
Mas, saat ini keluarga di kampung cianjur mempunyai kelinci seikitar 8 ekor, setelah baca ini tertarik untuk diternakan dan dikema-kira bagaimahapan untuk mengembangkan selanjutnya? apa saja yang dipasarkan dari ternak kelinci, di daerah cianjur biasanya pemasarannya kemana?
bowo // 3 Oktober 2008 pada 5:16 pm |
mohon panduan untuk ternak kelinci mulai dari nol. trima kasih
Ian // 9 Oktober 2008 pada 2:28 am |
Saya berminat memulai usaha peternakan kelinci untuk pemberdayaan masyarakat sekitar. Hal2 apa saja yg penting untuk dipersiapkan?? Tolong bantuannya dong…! Bagi yang mau berbagi & beramal tlg info nya di ian_sutriana010@yahoo.com Terimakasih banyak sebelumnya.
edi // 22 Oktober 2008 pada 10:31 am |
Kami sudah mencoba berternak kelinci, lebih khusus kelinci Australia (New Zeland Withe). Hasilnya memang cukup menggembirakan, meski baru kecil-kecilan. untuk mengembangkan peternakan kami, informasi dari anda sekalian juga sangat saya butuhkan, kirim ke brothergunt@yahoo.com
Trimakasih.
kukis // 23 Oktober 2008 pada 1:00 pm |
terima kasih info nya
bindam // 12 Desember 2008 pada 11:13 pm |
Saya tertarik dengan ternak kelinci, mohon pencerahan mengenai cara ternak kelinci dan pemasarannya.
terima kasih infonya.
Tri harjanto // 2 Januari 2009 pada 6:48 am |
Saya baru coba beternak kelinci jenis rex di boyolali, minta info pemasarannya. Trima kasih
YANTO // 6 Januari 2009 pada 5:35 am |
saya kn baru mau beternak kelinci. Tolong donk dikasi info nya tentang cara perawatan – pemilihan bibit kelinci yang bagus – makanan – dan pemasaran atau penjualannya kemana?
terimakasih Infonya : r1_212@yahoo.com
sam // 6 Januari 2009 pada 12:55 pm |
sy baru belajar ternak jenìs flam dan spot . sy ada di widarapayung cilacap. 081327998908
Adi // 14 Januari 2009 pada 9:56 am |
saya sangat ingin beternak kelinci. saya ada di bali. kalau ada rekan-rekan disini dari bali mohon contact imel saya di adipurwa@gmail.com atau bisa hubungi lewat website saya di http://www.baliseminyakvillasrental.com
arie // 22 Januari 2009 pada 3:38 am |
Saya punya beberapa ekor kelinci jenis rex dan angora. Selama ini saya beri makan sayuran dan pelet, tetapi lama2 terasa sangat boros, karena setiap hari saya harus beli sayuran hijau sebesar Rp.10.000 belum tambah pelet khusus untuk kelinci Rp. 25.000 ( ditempat saya/KRW). Mungkin ada yang bisa bantu untuk alternatif makanan yang murah ? Terima kasih sebelumnya.
hidjrah // 26 Januari 2009 pada 4:36 pm |
salam kenal semuanya, om sy dari banjaran bandung selatan, mau merintis ternak kelinci tolong cara2 ternak, pemilihan induk, dan cara pemasarannya .
sekarang lg cari bibit/induknya klo ada dideket tempat sy (bandung) klo ada tolong emailkan ke cephidjrah@yahoo.co.id berikut harganya.
Terima kasih sebelumnya
ari // 30 Januari 2009 pada 1:31 pm |
yg butuh anakan kelinci 1-2 bln hub ari 085238018150 malang
omar // 8 Februari 2009 pada 2:21 pm |
saya dr solo.mohon info peternak kelinci yg ada di solo.untuk pemula menghabiskan total biaya berapa,untuk beli bibit,kandang,dll.mohon saya bisa dibimbing secara detail.atau saya harus pergi ke departemen apa di solo yg bisa memberikan penerangan..
Widie // 11 Februari 2009 pada 1:17 am |
mas, minta tolong lah dikirimkan secara detail hal – hal yang sangat baik utk pemeliharaan dan untuk beternak kelinci
MOhon bantuan dari temen2 utk kasih tahu dimana beli bibit kelinci yang banyak ras di Medan ??
Tolong ya mas dan terima kasih atas bantuannya
ricky // 17 Februari 2009 pada 5:41 am |
mas sulung,
saya dr bogor.mohon info peternak kelinci yg ada di solo.untuk pemula menghabiskan total biaya berapa,untuk beli bibit,kandang,dll.mohon saya bisa dibimbing secara detail. terima kasih banyak..kirim ke email saya di Rickykhen@yahoo.com
ricky // 20 Februari 2009 pada 5:36 am |
saya dr bogor.mohon info peternak kelinci untuk pemula menghabiskan total biaya berapa,untuk beli bibit,kandang,dll.mohon saya bisa dibimbing secara detail. terima kasih banyak..kirim ke email saya di Rickykhen@yahoo.com
help
help
help
tq
tq
tq
Rita // 24 Februari 2009 pada 5:29 am |
mas saya tinggal di bandung, dan baru mulai usaha ternak kelinci, bisa dapat info cara pemasaran dan tempat untuk menjual kotoran kelinci di bandung dimana ya? mohon diemail ke rita_stmb@yahoo.com
yoga // 26 Februari 2009 pada 12:52 pm |
Ass Mas
Saya punya masalah dengan kelinci saya, masalahnya kalau kelinci terkena kembung, mencret kira kira obatnya apa? saya mohon sekali mas mau membantu saya dan saya tunggu jawabannya.
atas jawaban yang diberikan saya ucapkan terima kasih.
Salam
yoga
dedi // 3 Maret 2009 pada 8:59 am |
Saya berminat ternak kelinci, mohon informasi tentang mendapatkan bibit dan pemasarannya di Sumatera Barat.
saya tunggu informasinya di email saya dedyrichman@gmail.com
ALFIN // 9 Maret 2009 pada 12:32 pm |
BISA KIRIM SAYA CARA PERAWATAN KELINCI YANG BAIK
toyic // 18 Maret 2009 pada 8:46 pm |
Memilih dan Memelihara
Sebelum memutuskan untuk memelihara kelinci, ada baiknya kita mengetahui dahulu bagaimana kiat-kiat memilih kelinci yang baik. Bagaimana cara membuat dan mengurus kandang serta bagaimana cara memilih makanannya.
Memilih bibit kelinci yang baik sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Biasanya kelinci yang sehat memiliki sifat yang lincah dan aktif, gerakannya energik dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umum biasanya bibit kelinci yang baik memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut; pertama memiliki kepala yang sesuai dengan ukuran badan.
Kelinci yang baik bila bertubuh panjang membutuhkan tipe kepala yang panjang pula. Kelinci berbadan besar dan lebar membutuhkan kepala yang besar juga dan begitu pula jenis kelinci bertubuh kecil yang baik adalah yang memiliki jenis kepala kecil juga.
Tipe kepala yang seimbang dan kompak sangat sesuai untuk hampir semua tipe ras kelinci, seperti Dutch, Havana, Standard Chincilla, Lilac dan ras kelinci lainnya.
Kelinci yang sehat juga biasanya bermata bulat bercahaya, selaput matanya bersih, mempunyai pandangan yang cerah dan jernih. Bila pandangan matanya layu dan kurang jernih, itu menandakan kelinci tersebut sedang sakit atau kurang baik kondisi fisiknya.
Lihat juga bagian hidung, moncong dan mulutnya apakah dalam keadaan bersih. Kelinci yang hidungnya basah dan lembab kemungkinan terserang pilek.
Selain bentukan kepala dan wajah bibit kelinci yang baik juga haruslah berkaki normal. Cirinya kuat, kokoh dan berkuku pendek. Lebih baik bila kakinya tidak bengkok atau cacat. Kaki yang cacat berbentuk seperi huruf O atau X, sedangkan kaki yang baik cirinya lurus dan sempurna.
Ciri lainnya adalah berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singset. Kondisi seperti ini menunjukkan keadaan fisik yang prima dan bertenaga kuat. Bentuk badan yang kuat juga mencerminkan jumlah daging yang banyak. Sedangkan tambahan referensi lain tentang kelinci yang sehat adalah biasanya berkulit licin dan tidak berasa benjol-benjol bila diraba. Berbulu bersih, licin, halus, mengkilat dan rata. Berdubur bersih, kering dan tidak terdapat tanda-tanda kotoran bekas mencret.
Juga lihat ekornya. Bila terlihat ekornya kecil, tumbuh lurus ke atas dan tampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring atau rebah ke samping/terpuntir berarti memang benar kelinci itu bagus adanya. Dan sebaliknya bila ekor tidak lurus ke atas berarti kelinci tersebut cacat
toyic // 18 Maret 2009 pada 8:47 pm |
terlalu sulit. Biasanya kelinci yang sehat memiliki sifat yang lincah dan aktif, gerakannya energik dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umum biasanya bibit kelinci yang baik memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut; pertama memiliki kepala yang sesuai dengan ukuran badan.
Kelinci yang baik bila bertubuh panjang membutuhkan tipe kepala yang panjang pula. Kelinci berbadan besar dan lebar membutuhkan kepala yang besar juga dan begitu pula jenis kelinci bertubuh kecil yang baik adalah yang memiliki jenis kepala kecil juga.
Tipe kepala yang seimbang dan kompak sangat sesuai untuk hampir semua tipe ras kelinci, seperti Dutch, Havana, Standard Chincilla, Lilac dan ras kelinci lainnya.
Kelinci yang sehat juga biasanya bermata bulat bercahaya, selaput matanya bersih, mempunyai pandangan yang cerah dan jernih. Bila pandangan matanya layu dan kurang jernih, itu menandakan kelinci tersebut sedang sakit atau kurang baik kondisi fisiknya.
Lihat juga bagian hidung, moncong dan mulutnya apakah dalam keadaan bersih. Kelinci yang hidungnya basah dan lembab kemungkinan terserang pilek.
Selain bentukan kepala dan wajah bibit kelinci yang baik juga haruslah berkaki normal. Cirinya kuat, kokoh dan berkuku pendek. Lebih baik bila kakinya tidak bengkok atau cacat. Kaki yang cacat berbentuk seperi huruf O atau X, sedangkan kaki yang baik cirinya lurus dan sempurna.
Ciri lainnya adalah berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singset. Kondisi seperti ini menunjukkan keadaan fisik yang prima dan bertenaga kuat. Bentuk badan yang kuat juga mencerminkan jumlah daging yang banyak. Sedangkan tambahan referensi lain tentang kelinci yang sehat adalah biasanya berkulit licin dan tidak berasa benjol-benjol bila diraba. Berbulu bersih, licin, halus, mengkilat dan rata. Berdubur bersih, kering dan tidak terdapat tanda-tanda kotoran bekas mencret.
Juga lihat ekornya. Bila terlihat ekornya kecil, tumbuh lurus ke atas dan tampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring atau rebah ke samping/terpuntir berarti memang benar kelinci itu bagus adanya. Dan sebaliknya bila ekor tidak lurus ke atas berarti kelinci tersebut cacat
Memilih dan Memelihara
Sebelum memutuskan untuk memelihara kelinci, ada baiknya kita mengetahui dahulu bagaimana kiat-kiat memilih kelinci yang baik. Bagaimana cara membuat dan mengurus kandang serta bagaimana cara memilih makanannya.
Memilih bibit kelinci yang baik sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Biasanya kelinci yang sehat memiliki sifat yang lincah dan aktif, gerakannya energik dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umum biasanya bibit kelinci yang baik memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut; pertama memiliki kepala yang sesuai dengan ukuran badan.
Kelinci yang baik bila bertubuh panjang membutuhkan tipe kepala yang panjang pula. Kelinci berbadan besar dan lebar membutuhkan kepala yang besar juga dan begitu pula jenis kelinci bertubuh kecil yang baik adalah yang memiliki jenis kepala kecil juga.
Tipe kepala yang seimbang dan kompak sangat sesuai untuk hampir semua tipe ras kelinci, seperti Dutch, Havana, Standard Chincilla, Lilac dan ras kelinci lainnya.
Kelinci yang sehat juga biasanya bermata bulat bercahaya, selaput matanya bersih, mempunyai pandangan yang cerah dan jernih. Bila pandangan matanya layu dan kurang jernih, itu menandakan kelinci tersebut sedang sakit atau kurang baik kondisi fisiknya.
Lihat juga bagian hidung, moncong dan mulutnya apakah dalam keadaan bersih. Kelinci yang hidungnya basah dan lembab kemungkinan terserang pilek.
Selain bentukan kepala dan wajah bibit kelinci yang baik juga haruslah berkaki normal. Cirinya kuat, kokoh dan berkuku pendek. Lebih baik bila kakinya tidak bengkok atau cacat. Kaki yang cacat berbentuk seperi huruf O atau X, sedangkan kaki yang baik cirinya lurus dan sempurna.
Ciri lainnya adalah berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singset. Kondisi seperti ini menunjukkan keadaan fisik yang prima dan bertenaga kuat. Bentuk badan yang kuat juga mencerminkan jumlah daging yang banyak. Sedangkan tambahan referensi lain tentang kelinci yang sehat adalah biasanya berkulit licin dan tidak berasa benjol-benjol bila diraba. Berbulu bersih, licin, halus, mengkilat dan rata. Berdubur bersih, kering dan tidak terdapat tanda-tanda kotoran bekas mencret.
Juga lihat ekornya. Bila terlihat ekornya kecil, tumbuh lurus ke atas dan tampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring atau rebah ke samping/terpuntir berarti memang benar kelinci itu bagus adanya. Dan sebaliknya bila ekor tidak lurus ke atas berarti kelinci tersebut cacat
Memilih dan Memelihara
Sebelum memutuskan untuk memelihara kelinci, ada baiknya kita mengetahui dahulu bagaimana kiat-kiat memilih kelinci yang baik. Bagaimana cara membuat dan mengurus kandang serta bagaimana cara memilih makanannya.
Memilih bibit kelinci yang baik sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Biasanya kelinci yang sehat memiliki sifat yang lincah dan aktif, gerakannya energik dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umum biasanya bibit kelinci yang baik memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut; pertama memiliki kepala yang sesuai dengan ukuran badan.
Kelinci yang baik bila bertubuh panjang membutuhkan tipe kepala yang panjang pula. Kelinci berbadan besar dan lebar membutuhkan kepala yang besar juga dan begitu pula jenis kelinci bertubuh kecil yang baik adalah yang memiliki jenis kepala kecil juga.
Tipe kepala yang seimbang dan kompak sangat sesuai untuk hampir semua tipe ras kelinci, seperti Dutch, Havana, Standard Chincilla, Lilac dan ras kelinci lainnya.
Kelinci yang sehat juga biasanya bermata bulat bercahaya, selaput matanya bersih, mempunyai pandangan yang cerah dan jernih. Bila pandangan matanya layu dan kurang jernih, itu menandakan kelinci tersebut sedang sakit atau kurang baik kondisi fisiknya.
Lihat juga bagian hidung, moncong dan mulutnya apakah dalam keadaan bersih. Kelinci yang hidungnya basah dan lembab kemungkinan terserang pilek.
Selain bentukan kepala dan wajah bibit kelinci yang baik juga haruslah berkaki normal. Cirinya kuat, kokoh dan berkuku pendek. Lebih baik bila kakinya tidak bengkok atau cacat. Kaki yang cacat berbentuk seperi huruf O atau X, sedangkan kaki yang baik cirinya lurus dan sempurna.
Ciri lainnya adalah berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singset. Kondisi seperti ini menunjukkan keadaan fisik yang prima dan bertenaga kuat. Bentuk badan yang kuat juga mencerminkan jumlah daging yang banyak. Sedangkan tambahan referensi lain tentang kelinci yang sehat adalah biasanya berkulit licin dan tidak berasa benjol-benjol bila diraba. Berbulu bersih, licin, halus, mengkilat dan rata. Berdubur bersih, kering dan tidak terdapat tanda-tanda kotoran bekas mencret.
Juga lihat ekornya. Bila terlihat ekornya kecil, tumbuh lurus ke atas dan tampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring atau rebah ke samping/terpuntir berarti memang benar kelinci itu bagus adanya. Dan sebaliknya bila ekor tidak lurus ke atas berarti kelinci tersebut cacat
toyic // 18 Maret 2009 pada 8:48 pm |
terlalu sulit. Biasanya kelinci yang sehat memiliki sifat yang lincah dan aktif, gerakannya energik dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umum biasanya bibit kelinci yang baik memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut; pertama memiliki kepala yang sesuai dengan ukuran badan.
Kelinci yang baik bila bertubuh panjang membutuhkan tipe kepala yang panjang pula. Kelinci berbadan besar dan lebar membutuhkan kepala yang besar juga dan begitu pula jenis kelinci bertubuh kecil yang baik adalah yang memiliki jenis kepala kecil juga.
;;;
Nanang // 20 Maret 2009 pada 8:44 am |
Mas tolong kirim tentang peternakan,pemasaran,manfaat klinci dari segi ap sj saya urang bnadsung dencimande@yahoo.co.id
dedit // 27 Maret 2009 pada 6:48 am |
Mas tolong kirim tentang peternakan,pemasaran,manfaat klinci dari segi ap sj saya urang bnadsung
azzahra // 9 April 2009 pada 4:31 pm |
Mas bisa tolong bantu info pemasaran kelinci. Kami punya banyak kelinci hias n pedaging. Kandang di daerah Bogor. Hub. 021-93011778 e-mail. lecascade@gmail.com
bharata yuda // 15 April 2009 pada 10:11 am |
mas saya punya kelinci sepasang,tp tidak saya kandangin,mksdnya sy liarin aja dihalaman rumah.skrg dah mau ngelahir,apa yg hrs saya lakukan?trus gmn ya caranya biar tau cara nya tau kelinci itu hamil apa nggak?thanks before…
Edian // 20 April 2009 pada 1:36 pm |
Untuk mempercepat dan menyehatkan kelinci pakai VITERNA seperti teman saya lakukan hasil nya cukup memuaskan silahkan kontak di edis21ATgmail.com atau di 0818 678 211
Pondok Kelinci // 1 Mei 2009 pada 7:58 am |
Dijual murah !
Kelinci Indukan usia 8-12 bulan.
Austaralia (betina 5, jantan1) –> 250-300 rb
Lion (betina 5, jantan 1) –> 350-375 rb
Anggora (betina2) –> 325 – 350 rb
Spot (betina 3, jantan 1) –> 300-350 rb
Flam ( betina1, jantan 2) –> 400-500 rb
semua produktif dan dalam keadaan bunting saat tulisan ini direlease.
contact person : PONDOK KELINCI SEMARANG. KOKO (0856 40177 677)
WINGKY (081 325 335 394)
donny // 14 Oktober 2009 pada 7:44 am |
salam kenal
mas kokomau tanya kalau anak bayi kelinci
dicuekin/ditinggaklin induknya gimana tu mas??
ando // 8 Mei 2009 pada 4:41 pm |
kalau mau beternak kelinci aku rasa itu mudah tapi yang menjadi ganjalan itu pemasaranya, jadi aku mohon bantuan teman-teman…… aku ada dituban-jawa timur
aray // 10 Mei 2009 pada 10:37 am |
Mohon info pemasarn kelincinya.
saya dari Lampung.
terima kasih
karmani // 12 Mei 2009 pada 2:55 pm |
Saya minta artikel beternak kelinci beserta cara perawatan dan pembuatan kandang yang tepat beserta pemasaranya karena saya pengin usaha budidaya kelinci,untuk inves di masa pensiun saya.karena sampai saat ini saya masih bekerja di sebuah PT yang tidak bisa diandalkan untuk masa depan.
Tolong direplay ke email saya,dan sebelumnya saya ucapkan banyak banyak terima kasih
Jackson // 19 Mei 2009 pada 3:09 pm |
Ada cara yg paling ngatasin penyakit kulit pada kelinci?
slamet // 29 Mei 2009 pada 8:56 am |
bagi yg area malang, sy lagi nyari kelinci jenis pedaging buat bibit, tolong kasih info 085234101429
tiqah // 11 Juni 2009 pada 7:08 am |
salam kenal…
sy ingin tahu dong info tentang memperoleh daging kelinci… sy di jakarta utara.
hub sy di tiqa_tiqah17@yahoo.com
thx..
salmon serva // 24 Juni 2009 pada 8:13 am |
Saya sangat berminat untuk memelihara dan ternak kelinci.saya pikir ini bisa menjadi sumber pendapatan lain-lain bagi saya.mohon diinformasikan tempat pemasaran/penjualan kelinci pedaging bila saya mau menjual kelinci ternak saya melalui email saya.thanks
daniels RABBIT PS MINGGU // 26 Juni 2009 pada 11:42 am |
Menurut pengalaman saya untuk mengobati korengan / scabies dapat biobati dengan salep kulit yg mengandung belerang atau suntik garamecetin yang dpt dibeli diapotik sesuai dgan dosis
andrian hidayat // 26 Juni 2009 pada 1:05 pm |
infonya sngt mbntu,kelinci rentan skt klo musim apa y ,bth info,,?
Hendra // 11 Agustus 2009 pada 2:50 am |
Bagi yang membutuhkan pasokan daging kelinci di area Semarang dan sekitarnya, bisa hubungi saya di c.ary.hendrata@gmail.com
nurcahyadi // 24 Agustus 2009 pada 9:00 am |
as…
saya dah mulai ternak kelinci kecil2an, mhn dikasih tahu pasar yang tepat untuk pemasarannya.
n bisa dihubungi email ini (cialmj@gmail.com)
tx sebelumnya…
ian s hidayat // 25 Agustus 2009 pada 2:46 pm |
coba deh kasih tau dimana para bandar2 yang ada di daerah bandung atw cimahi kalau perlu kasih no. telponnya!
yayan s hidayat // 29 Agustus 2009 pada 12:39 pm |
mohon info pemasaran daging dan kulit kelincinya dooong! biasanya satu hal yang sangat sulit yaitu untuk pemasaran mohon minta alamat atau no telpon untuk daerah cimahi atau bandung. terima kasih.
Anton ari susilo // 8 September 2009 pada 6:42 am |
Saya sangat suka sekali dengan adanya , blog yang membahas masalah perkelincian. saya sendiri baru saja merintis ternak kelinci , walaupun pada masa sekolah dulu pernah beternak juga. tapi setelah berpuluh tahun ini saya lebih serius. terimaka
sih
Achsam // 14 September 2009 pada 9:09 am |
Bagus sekali mas postingannya…
makasih ilmunya.
Saya mau tanya ne..
bisa kasih tau detail kandangnya g ? ukuran, bentuk, yang lengkaplah..
ada tips2 perawatan g, biar dpt hasil yang memuaskan?
pemasarannya gimana tuh Mas?
tlg dijawab y Mas, kirim email saya ( capitalist45@yahoo.com)
Makasih banyak, saya tunggu jawabannya.
kusnawan // 27 September 2009 pada 7:33 pm |
mas kenalkan saya peminat baru,tolong dong kasih informasi tentang cara pemeliharaan(kelinci)yang baik,mulai dari lokasi,kandang,pakan,perawatan, jenis bibit,saya tinggal di kbyrn lama jkt dmn bibit bisa saya peroleh?
anton // 9 Oktober 2009 pada 3:14 am |
salam kenal para peternak
saya membutuhkan macam2 kelinci hias, berapa ya harganya sepasang? tolong kirim daftar harganya dan biaya kirimnya ke magetan ,jawa timur. trimakasih
endang taufik // 12 Oktober 2009 pada 12:51 pm |
Saya berada di daerah kuningan jawa barat.tlng dong imformasikan penjualan kelinci yang terdekat dengan daerah saya….trims….tlng dibalas ke iyangsadewa@yahoo.co.id
puji hatmoko // 14 Oktober 2009 pada 12:44 am |
bagaimana dgn analisa usahanya???
joe // 14 Oktober 2009 pada 1:53 pm |
saya baru mau mencoba bisnis kelinci terutama tuk pedaging, apa yang harus saya lakukan, berapa harga indukan kelinci??
di sekitar rumah banyak anjing, apa berpengaruh sama perkembangan kelinci???
tq
ady // 21 Oktober 2009 pada 12:30 pm |
mas aku peternak kelinci pemula, mohon info pemasaran untuk kelinci pedaging dan kelici hias, kususnya di daerah semarang dan jawa tengah. trims sebelumnya. bintang_amd@yahoo.com